JATINANGOR EKSPRES – Perayaan Imlek tidak hanya dirayakan satu hari saja, perayaan Imlek justru termasuk salah satu serangkaian perayaan bagi umat Tionghoa. Berawal dari Dinasti Shang sebagai ritual agraris, petani mengorbankan hasil panen untuk dewa langit Shangdi, memohon panen musim semi yang baik. Makna perayaan imlek sendiri berarti “buang lama, sambut baru” dengan tujuan membuang sial (tahun lama) menjadi penyambutan hoki (tahun baru). Setiap perayaanya pun mempunyai filosofi dan maknanya masing-masing.
a. Minggu persiapan, biasanya berlangsung di awal bulan Februari.
- Membersihkan rumah, membuang barang-barang yang sudah tidak terpakai, menyapu seluruh rumah dari atas ke bawah sebagai simbol membuang sial dan menyambut hoki.
- Mempersiapkan perlengkapan dan dekorasi Imlek, seperti: menyiapkan angpao merah/oranye, baju merah baru sebagai simbol perlindungan, menyajikan buah jeruk, apel, dan pisang sebagai simbol kelimpahan, serta ikan hidup yang melambangkan rezeki berlebih.
- Membuat kue keranjang sebagai simbol naik hoki.
- Sembahyang sederhana kepada leluhur.
b. Malam Tahun Baru (16 Feb – Chu Xi)
- Reuni keluarga dalam bentuk makan malam bersama (Nian Ye Fan)
- Menyajikan makanan wajib, seperti: ikan (simbol kelimpahan), kue keranjang (simbol naik pangkat), dumplings (simbol harta karun), jeruk (simbol hoki berlipat)
- Jam 12 malam menyalakan petasan untuk mengusir roh Nian dan memasang lentera merah nyala sebagai simbol harapan di tahun baru.
c. Hari pertama Imlek (Tahun Baru)
Baca Juga:Selain Visa, Siapkan 5 Hal Ini Untuk Mengajukan Beasiswa Luar Negeri
- Mengucapkan “Gong Xi Fa Cai” atau “Kung Hei Fat Choy”.
- Menjaga energi positif; tidak boleh marah/ribut.
- Aktivitas sosial seperti: pagi hari melakukan sembahyang leluhur, memberi angpao anak, di siang hari melakukan ziarah saudara dan makan bersama, malam harinya mengadakan atau menyaksikan pertunjukan barongsai.
d. Hari kelima Imlek (Menyambut Dewa Kekayaan)
- Melakukan sembahyang Dewa Cai Shen (Dewa Kekayaan)
- Membakar kertas emas sebagai simbol uang kertas untuk dewa
- Menyajikan makanan wajib kue lumpur manis (nian gao) sebagai simbol naik karir
- Tidak boleh membuka pintu dan keluar rumah pagi hari sampai jam 9, kepercayaan rezeki akan lari.
- Menyalakan petasan jam 12 siang untuk menyambut energi positif.
