JATINANGOR EKSPRES – Jatinangor bukan sekadar deretan kampus dan kemacetan di sepanjang jalan raya provinsi. Bagi sebagian mahasiswa, Jatinangor adalah saksi bisu saksi saat janji diucapkan di bawah temaram lampu Jembatan Cincin, dan saksi saat semuanya hancur karena sebuah pengkhianatan.
Ketika perselingkuhan terjadi, udara Jatinangor yang biasanya sejuk mendadak terasa menyesakkan. Kabut yang turun dari Gunung Geulis seolah masuk ke dalam dada, mengaburkan logika dan meninggalkan dingin yang sulit diusir meski sudah menyesap segelas kopi hangat di kantin.
Rasa sakitnya nyata perpaduan antara kemarahan, rendah diri, dan kebingungan yang luar biasa.Namun, seperti halnya kabut yang pasti akan terangkat saat matahari naik, luka ini pun punya waktu untuk reda.
Baca Juga:Bosen Nugas di Kos Terus? Ini Kafe Favorit Mahasiswa Jatinangor yang Lokasinya Nggak Jauh dari Area KosanTawa di Balik Peristiwa: Seorang Pria Ikut Meluncur Dengan Material yang Terjatuh Dari Mobil Bak
Panduan ini disusun untukmu yang sedang berjuang menyatukan kembali kepingan hati di tengah riuhnya kehidupan mahasiswa dan pekerja di sini. Mari kita bicara tentang cara berdamai, bukan dengan melupakan, tapi dengan tumbuh melampaui rasa sakit itu sendiri.
1. Fase Katarsis: Izinkan Dirimu “Dingin”
Jangan terburu buru mengatakan “Aku baik baik aja” Cobalah untuk memvalidasi perasaanmu, karena perselingkuhan ialah sebuah sebuah trauma emosional yang tidak mudah untuk disembuhkan.
Validasi semua emosi yang kamu rasakan, Jika ingin menangis sambil menatap hujan dari jendela kostan di Sayang atau pusing memikirkan pengkhianatan di tengah riuhnya jalanan, lakukanlah.
Jangan menyalahkan diri sendiri atas perselingkuhan yang dia lakukan. Ingat dia Berkhianat bukan karena kamu “Kurang” tetapi dia yang tidak bisa menjaga sebuah komitmen yang telah di bangun.
2. Detoks Digital dan Jarak Fisik
Jatinangor itu sempit, sangat memungkinkan akan ada pertemuan yang tidak sengaja. Untuk sementara kamu harus hindari memantaunya lewat media sosialnya. Kabar tentangnya hanyakan akan menyesakkan dada.
Kamu juga bisa mengubah rute, jika rute ke kampus biasanya melewati tempat penuh kenangan, cobalah ambil jalan tikus atau gang-gang kecil. Anggap ini sebagai cara mengeksplorasi sisi baru dari Jatinangor yang belum kamu tahu.kamu
3. Fokus pada “Self-Investment”
