Berdamai dengan Luka di Balik Kabut Jatinangor: Panduan Move On Pasca-Selingkuh.

Berdamai dengan Luka di Balik Kabut Jatinangor: Panduan Move On Pasca-Selingkuh.
Berdamai dengan Luka di Balik Kabut Jatinangor: Panduan Move On Pasca-Selingkuh. (ISTIMEWA)
0 Komentar

Alih alih hanya menyalahkan diri sendiri atau menangisi penghianatan yang dia lalukan kamu dapat menjadikan amarahmu sebabagai bahan bakar untuk produktivitas.Salurkan rasa sakitmu ke tugas akhir atau proyek yang sempat terbengkalai.

Biarkan prestasimu yang berbicara lebih keras daripada rasa sedihmu. Kamu juga bisa mencoba jogging di area olahraga kampus atau sekadar jalan kaki saat udara pagi masih bersih. Endorfin adalah obat alami terbaik untuk hati yang patah.

4. Menghargai Proses yang Tidak Linear

Kamu harus mengingat bahwa sembuh sari rasa sakit yang muncul karena sebuah penghiatan tidak seperti menaiki tangga, yang hanya lurus lalu kami akan tiba pada tujuanmu. Akan ada hari di mana kamu merasa sudah menang, tapi besoknya kamu menangis lagi hanya karena melihat motor yang mirip miliknya lewat di depan Gerlam yang penuh kenangan bersamanya.

Baca Juga:Bosen Nugas di Kos Terus? Ini Kafe Favorit Mahasiswa Jatinangor yang Lokasinya Nggak Jauh dari Area KosanTawa di Balik Peristiwa: Seorang Pria Ikut Meluncur Dengan Material yang Terjatuh Dari Mobil Bak

Jangan menghukum dirimu untuk cepat melupakannya jika kamu merasa gagal move on hari ini, itu wajar. Proses ini lebih mirip cuaca Jatinangor yang tak menentu terkadang cerah, terkadang badai tiba tiba. Yang penting, jangan berhenti berjalan.

5. Membedah Kebohongan, Bukan Mencari Alasan

Salah satu jebakan terbesar setelah diselingkuhi adalah mencari jawaban atas pertanyaan “Kenapa dia melakukannya?” atau “Apa kurangnya aku?” Kamu harus berhenti mempertanyakan”Kenapa”

Perselingkuhan jarang sekali tentang kekurangan pasangan, dan hampir selalu tentang masalah internal si pelaku entah itu butuh validasi eksternal atau ketidakmampuan mengelola konflik.

Kamu tidak butuh penjelasan panjang lebar darinya untuk bisa berhenti. Fakta bahwa dia tidak jujur adalah closure yang cukup. Kamu layak mendapatkan kejujuran, dan jika dia tak bisa memberikannya, biarkan itu menjadi alasanmu untuk melangkah pergi.

6. Membuka Diri (Saat Waktunya Tepat)

Kamu bisa memperkuat ikatan pertemananmu di organisasi sebagai bentuk pelampiasan untuk melupakan rasa sakit yang timbul oleh sebuah penghianatan. Kamu harus bisa mencintai dirimu sendiri.

Terlebih jika kamu ingin mencoba untuk percaya dan mencintai orang baru, kamu harus bisa mencintai dirimu sendiri terlebih dahulu sebelum memulai kisah baru. Pastikan ketika kamu sudah memulai cinta yang baru inilah versi terbaikmu yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

0 Komentar