“Move on” bukan berarti kamu harus menghapus semua ingatan tentang apa yang terjadi di sudut-sudut Jatinangor ini. Kamu tidak perlu membenci jalanan yang pernah kalian lalui atau menghindari tempat makan favorit hanya karena ada bayangannya di sana. Berdamai dengan luka adalah tentang menyadari bahwa pengkhianatan seseorang adalah refleksi dari karakternya, bukan ukuran nilai dirimu.
Biarkan kabut Jatinangor tetap turun menyelimuti malam-malammu, tapi jangan biarkan ia menghalangi pandanganmu ke masa depan. Suatu hari nanti, kamu akan berjalan melewati gerbang kampus atau menanjak ke arah Hegarmanah dengan perasaan yang lebih ringan, menyadari bahwa hatimu telah sembuh dan kamu jauh lebih tangguh dari yang pernah kamu bayangkan.
Luka itu mungkin meninggalkan bekas, tapi bekas luka adalah bukti bahwa kamu telah memenangkan pertempuran dengan dirimu sendiri. Teruslah berjalan, satu langkah kecil setiap kalinya.
