Kultum Ramadan: Sakit Hati? Kamu Sedang Merasakan 3 Jenis Hati Ini

Kultum Ramadan: Sakit Hati? Kamu Sedang Merasakan 3 Jenis Hati Ini
Seorang muslim sedang melakukan kultum/ceramah di atas mimbar pada bulan suci Ramadan (Sumber : Pexels)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Pertama-tama, marilah kita bersyukur kepada Allah SWT yang masih kasih kita napas gratis dan kesempatan buat ngumpul di sini. Shalawat serta salam semoga selalu tercurah buat idola kita semua, Nabi Muhammad SAW.

Teman-teman sekalian, apa kabar imannya hari ini? Sehat? Atau lagi ‘meriang’?”

Tahu nggak, ternyata di dalam Al-Qur’an, Allah itu membagi hati manusia jadi tiga jenis. Anggap aja ini draf medical check-up buat batin kita sendiri.

Baca Juga:Prediksi Skor ACL 2: Ratchaburi vs Persib BandungPrediksi Skor: Duel Klasik Atletico Madrid vs Barcelona Perebutkan Tiket Final Coppa Del Rey

Pertama, Qalbun Salim (Hati yang Sehat).

Ini adalah hati yang paling ‘glow up’ secara spiritual. Isinya cuma iman, ikhlas, dan cinta sama Allah. Orang yang punya hati ini tuh tenang banget hidupnya. Nggak ada tuh ceritanya iri lihat temen punya motor baru atau dapet pacar baru. Fokusnya cuma satu: gimana cara dapet ridho Allah. Inilah satu-satunya jenis hati yang bakal laku pas kita ‘pulang’ nanti.

التَّقْوَى هَاهُنَا وَيُشِيرُ إِلَى صَدْرِهِ ثَلَاثَ مَرَّاتٍ

“Takwa itu di sini—sambil menunjuk ke dada sebanyak tiga kali.” (HR. Muslim No. 2564)

Qalbun salim.Disebut demikian, karena salim itu hati manusia yang selamat dan menyelamatkan. Selamat dari berbagai noda dan menyelamatkan pemiliknya dari jilatan api neraka.

Kedua, Qalbun Maridh (Hati yang Lagi Sakit).

Jujur nih, kayaknya kita sering ada di posisi ini. Hati ini isinya campuran. Ada imannya, tapi maksiatnya juga masih hobi. Di masjid dengerin kultum manggut-manggut, eh pas keluar langsung ghibah atau asik scrolling hal-hal yang nggak bener di HP. Hati ini lagi ‘meriang’. Kalau nggak segera diobati pakai istighfar dan amal sholeh, takutnya malah makin parah.

فِيْ قُلُوْبِهِمْ مَّرَضٌۙ فَزَادَهُمُ اللّٰهُ مَرَضًاۚ وَلَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ۢ ەۙ بِمَا كَانُوْا يَكْذِبُوْنَ

“Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambah penyakitnya itu; dan mereka mendapat azab yang pedih, karena mereka berdusta.”(QS. Al-Baqarah: 10)

Ketiga, Qalbun Mayyit (Hati yang Mati).

Ini yang paling ngeri, teman-teman. Hati yang udah nggak respon sama kebaikan. Dikasih nasihat mental, diajak shalat malah emosi. Isinya cuma nurutin hawa nafsu doang. Hati yang mati itu lebih bahaya daripada jasad yang mati, karena dampaknya bikin sengsara sampai akhirat.

0 Komentar