Berhenti Menghukum Dirimu: Luka Itu Bukan Karena Kamu Tak Berharga

Berhenti Menghukum Dirimu: Luka Itu Bukan Karena Kamu Tak Berharga
Berhenti Menghukum Dirimu: Luka Itu Bukan Karena Kamu Tak Berharga (IST.CANVA)
0 Komentar

Kita terjebak memandangi kabut dari jendela kamar, memutar kembali memori seperti film usang, berharap ada akhir yang berbeda. Namun, langkah pertama untuk sembuh adalah menyadari satu hal seseorang mengkhianatimu karena keterbatasan karakter mereka, bukan karena kurangnya nilai dirimu.

Kebahagiaan setelah dikhianati bukanlah tentang menemukan orang baru untuk membalas dendam. Kebahagiaan itu adalah saat kamu bisa duduk sendirian di sebuah kafe di tengah kemacetan, menyesap kopi favoritmu, dan merasa tenang tanpa beban.

Kamu mulai menyadari bahwa kehadiranmu sudah cukup. Kamu tidak lagi mencari potongan puzzle yang hilang pada orang lain, karena kamu telah menemukan bahwa puzzle itu ada di dalam dirimu sendiri. Kamu belajar bahwa menjadi “utuh” adalah tanggung jawab pribadi, bukan titipan dari orang lain.

Baca Juga:Sahabat Tak Biasa: Hewan Peliharaan Unik yang Bisa Menjadi Teman Sejati Selain Kucing dan AnjingSering Merasa Lelah Padahal Tidak Banyak Beraktivitas? Bisa Jadi Ini yang Disebut Mental Fatigue

Menyembuhkan diri bukan berarti melupakan apa yang terjadi, melainkan berhenti menyalahkan diri atas apa yang sudah berlalu. Kamu tidak perlu menjadi sempurna untuk layak mendapatkan kedamaian.

Simpanlah cambukmu, dan mulailah tawarkan tanganmu untuk merangkul diri sendiri. Kamu berharga bukan karena kamu bebas dari luka, tapi karena kamu tetap bertahan meski memilikinya.

Berhentilah menghukum dirimu; kamu sudah cukup berjuang. Sekarang, izinkan dirimu untuk sekadar bernapas dan mulai pulih.

0 Komentar