Dewan Dorong Penguatan Program Ketahanan Keluarga

Dewan Dorong Penguatan Program Ketahanan Keluarga
POLITISI: Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah (Dok. Humas DPRD Jabar)
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Wakil Ketua Komisi V DPRD Jawa Barat Siti Muntamah mendorong penguatan program ketahanan keluarga. Tujuannya agar keluarga bisa mandiri tidak hanya dari sisi ekonomi tapi juga kesehatan mental.

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menguraikan, sebenarnya Jawa Barat itu adalah provinsi yang sudah memiliki regulasi tentang ketahanan keluarga. Yakni Perda Nomor 9 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pembangunan Ketahanan Keluarga. “Itu dirancang zaman Kang Aher, ” katanya, Kamis (19/2).

Perempuan yang akrab disapa Umi Oded itu melanjutkan, regulasi sudah ada tapi implementasinya saat ini butuh ditingkatkan. Tujuannya juga untuk mensukseskan visi Gubernur Lembur Diurus Kota Ditata.

Baca Juga:Jemput dan Olah Sampah OrganikSurvey Indikator: 95 Persen Puas Kinerja KDM

Pada praktekny, untuk bisa membangun ketahanan keluarga tidak cukup dari regulasi. Tapi butuh didukung beberapa instrumen. Termasuk regulasi turunannya. “karena penyelenggaraan itu, berarti ada perangkat yang memang harus membantu hadirnya keluarga yang tahan, ” katanya.

Ketahanan yang dimaksud bisa dilihat dari berbagai aspek. Misalnya dalam hal ekonomi, masyarakat atau keluarga harus bisa sejahtera. Apalagi dalam kondisi saat ini. Keluarga harus bisa bertahan dalam menghadapi berbagai tantangan dan perkembangan zaman.

Menurut Umi Oded, pembangunan itu memang perlu dimulai dari tingkat keluarga. Apalagi saat berbagai masalah keluarga juga masih mencuat. Terlihat dari masih banyak angka perceraian, kematian ibu hamil atau melahirkan, hingga kasus sosial seperti anak yang bunuh diri beberapa waktu lalu.

Termasuk kasus stunting. “Angkanya memang turun, tapi tidak bisa dilihat dari penurunan saja. Berapa banyak itu anak yang masih stunting. Itu harus dituntaskan, ” sambungnya.

Umi Oded mendorong agar ada upaya-upaya komprehensif dari Jawa Barat di dalam membersamai tumbuh kembang dan persoalan-persoalan keluarga. “Kan masih ada yang belum bisa beli beras, ada yang masih belum bisa beli protein seminggu sekali, masih ada yang belum punya pekerjaan, atau pekerjaannya punya tapi penghasilannya sebulan masih di bawah UMR, ” terangnya.

Menurut Umi Oded, peran seperti Kader Motivator Ketahanan Keluarga (Motekar) bisa dioptimalkan lagi. Mereka biasa bersentuhan langsung dengan keluarga. Mulai dari pembinaan hingga pendampingan.(red)

0 Komentar