Kualitas Menu MBG Harus Dievaluasi

Sengketa Hukum Menahun Menggunung
MEMAPARKAN: Ketua Tim Hukum Jabar Istimewa Jutek Bongso menyampaikan tingginya pengaduan sengketa hukum yang masuk melalui Bale Kapeurih dan Bale Pananggeuhan.(istimewa)
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – CIMANGGUNG – Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sumedang menuai sorotan setelah warga Desa Sindulang, Kecamatan Cimanggung, mengeluhkan paket bantuan yang diduga tidak layak konsumsi. Paket yang ditujukan bagi balita dan ibu menyusui itu disebut berisi roti mendekati masa kedaluwarsa serta buah busuk beraroma tidak sedap.

Keluhan mencuat setelah seorang warga sekaligus anggota BPD Sindulang, Gungun Hardiana, mengunggah video ke media sosial TikTok melalui akun Abah Udung. Ia mengaku kecewa dengan kualitas paket yang diterima warga.

“Paket MBG itu untuk satu minggu, diterima warga pada 13 Februari 2026,” ujar Gungun saat ditemui di kediamannya, baru-baru ini.

Baca Juga:Gudang Kedaluwarsa Terbongkar Polisi Ungkap Praktik Penghapusan Label Produk Pangan RusakRamadan, Sekolah Kehidupan yang Penuh Hikmah dan Pembelajaran

Awalnya, kata dia, warga tidak langsung menyadari kondisi paket. Temuan bermula saat penerima manfaat memeriksa buah naga yang terdapat dalam paket.

“Isinya ada apel, jeruk, dan buah naga masing-masing satu. Buah naga yang ditemukan kondisinya sudah busuk,” ungkapnya.Setelah memeriksa satu per satu isi paket, ia menemukan roti dengan masa kedaluwarsa yang dinilai tidak sesuai dengan durasi konsumsi.

“Paket tanggal 13, rotinya kedaluwarsa tanggal 14 Februari. Masa paket untuk satu minggu tapi batas layak konsumsinya cuma sehari,” katanya.

Gungun kemudian mengimbau warga penerima manfaat untuk mengumpulkan paket tersebut agar dapat ditukar ke dapur sehat. Namun sebagian warga terlanjur membuang roti untuk pakan ternak, sementara buah ada yang dibuang dan ada pula yang sudah dimakan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, distribusi paket MBG tersebut berada dalam wilayah layanan dapur sehat Satuan Pelayan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cimanggung 06 yang berlokasi di Dusun Warunenggang RW 13, Desa Cimanggung.

Gungun mengaku mengunggah video sebagai bentuk evaluasi pelaksanaan program, bukan penolakan terhadap kebijakan pemerintah.

“Saya bukan tidak suka programnya. Ini program bagus. Tapi pelaksanaan di lapangan perlu evaluasi dan pengawasan lebih baik agar tidak menimbulkan korban keracunan atau hal yang tidak diinginkan,” ujarnya.

Baca Juga:Pesantren, Tempat Membangun Rumah Impian Bernama Masa DepanJembatan Tuntas Dibangun, Aktivitas Warga Kini Kembali Lancar

Ia mengungkapkan, pada malam hari setelah video diunggah, pihak dapur sehat mendatangi kediamannya.

0 Komentar