JATINANGOR EKPRES – Bagi umat Muslim, Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum mendekatkan diri kepada Tuhan sekaligus memperbanyak kebaikan. Menjelang waktu berbuka, masyarakat biasanya mengisi waktu dengan kegiatan ngabuburit tradisi menunggu azan magrib melalui aktivitas yang menyenangkan dan bermakna.
Di kawasan Waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, terdapat destinasi wisata religi yang semakin populer sebagai lokasi ngabuburit, yakni Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang. Berlokasi di Blok Panenjoan, Desa Jemah, Kecamatan Jatigede, kawasan ini menjadi salah satu ikon wisata unggulan di wilayah tersebut.
Masjid Al Kamil berdiri megah di tepian waduk, menghadirkan arsitektur modern yang berpadu dengan lanskap alam terbuka. Tak jauh dari masjid, Menara Kujang Sapasang menjulang sebagai simbol budaya Sunda yang dirancang oleh mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil.
Baca Juga:Panduan Doa Sahur Puasa RamadanDewan Dorong Penguatan Program Ketahanan Keluarga
Kemegahan konstruksi masjid, jembatan layang yang menghubungkan area sekitar, serta desain menara yang artistik menciptakan daya tarik visual yang kuat. Namun lebih dari sekadar objek wisata, kawasan ini menawarkan ruang refleksi spiritual bagi para pengunjung yang ingin menenangkan hati sambil menunggu waktu berbuka.
Menjelang senja, suasana di sekitar waduk berubah menjadi syahdu. Cahaya matahari yang perlahan tenggelam memantul di permukaan air, sementara pulau-pulau kecil yang tersebar di tengah waduk menambah panorama alam yang menyejukkan mata.
Pengunjung dapat berjalan santai di area sekitar masjid, menikmati angin sore, berfoto dengan latar lanskap waduk, atau duduk tenang menikmati suasana religius yang damai. Perpaduan antara keindahan alam dan atmosfer spiritual menciptakan pengalaman ngabuburit yang berbeda dari biasanya.
Bagi mereka yang telah berkunjung, kawasan ini menghadirkan kesan mendalam yang mendorong keinginan untuk kembali. Masjid Al Kamil dan Menara Kujang Sapasang tidak hanya menjadi destinasi wisata religi, tetapi juga simbol harmonisasi antara iman, budaya, dan alam.
Dengan pesona yang dimilikinya, kawasan Waduk Jatigede layak menjadi pilihan ngabuburit, baik bagi warga lokal maupun wisatawan dari berbagai daerah yang ingin merasakan ketenangan menjelang berbuka puasa.(red)
