JATINANGOR EKSPRES – Seorang mahasiswi menjadi korban pencopetan saat berburu takjil di kawasan Jalan Raya Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jumat (21/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Peristiwa tersebut terjadi di tengah ramainya warga yang memadati area penjualan takjil untuk membeli makanan berbuka puasa. Kerumunan yang padat diduga dimanfaatkan pelaku untuk melancarkan aksinya.
Berdasarkan keterangan korban, saat itu ia tengah membeli makanan di sekitar depan salah satu gerai minuman. Suasana yang berdesakan membuat korban tidak menyadari tas selempang yang dikenakannya telah dibuka.
Baca Juga:Polisi Gadungan Ngaku AKP Tipu Warga Kuningan, Janjikan Lolos Kerja di PertaminaCerita Remaja Sumedang Telan Jarum Pentul saat Pasang Hijab di Pesantren
“Baru sadar setelah sampai kos dan mau pakai HP,” tulis korban dalam keterangannya.
Satu unit telepon genggam yang disimpan di dalam tas dilaporkan hilang. Korban menduga pelaku memang menyasar kawasan Jatinangor yang dikenal sebagai wilayah dengan populasi mahasiswa cukup besar.
Kasus tersebut telah dilaporkan ke Polsek Jatinangor untuk ditindaklanjuti.
Momen Ramadan memang identik dengan meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama di pusat jajanan takjil. Kondisi ramai dan berdesakan kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan untuk melakukan aksi pencopetan.
Kendati demikian, warga diimbau untuk: Menggunakan tas dengan resleting tertutup rapat. Menyimpan ponsel di bagian terdalam tas. Menghindari penggunaan ponsel di tengah keramaian, dan tetap waspada terhadap gerak-gerik mencurigakan.(red)
