Ratusan Muslim Gelar Shalat Tarawih di Times Square, Suasana Jantung New York Berubah Khusyuk

Ratusan Muslim Gelar Salat Tarawih di Times Square, Suasana Jantung New York Berubah Khusyuk
Indahnya Ramadhan Ratusan Muslim di Times Square, Suasana Jantung New York Berubah Khusyuk. ( Instagram - @sahabatsurga- ISTIMEWA).
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES, NEW YORK – Sebuah pemandangan langka terlihat khusus pada bulan Ramadan di Times Square, jantung Kota New York City.

Di tengah gemerlap layar raksasa dan hiruk pikuk aktivitas manusia yang biasanya sibuk dengan urusan dunia, kali ini tampak pemandangan indah ketika ratusan umat Muslim bersaf rapi menunaikan ibadah Shalat Tarawih berjamaah.

Lokasi yang biasanya disibukkan oleh urusan duniawi sesaat berubah menjadi pemandangan menakjubkan dengan hamparan sajadah.

Baca Juga:Ramadan Jadi Momentum Perubahan

Cahaya papan reklame digital tetap menyala terang, namun suasananya sangat berbeda dari biasanya. Itulah keajaiban indahnya bulan penuh berkah, Marhaban Ya Ramadan.

Allah menunjukkan kuasa-Nya dengan mengubah Kota New York menjadi tempat bagi umat Muslim untuk beribadah dan bersujud hanya kepada-Nya.

Aktivitas yang biasanya diisi dengan suara kendaraan dan langkah tergesa para pejalan kaki berganti dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema di antara gedung-gedung tinggi.

Suasana berbeda terlihat dari barisan jamaah yang berdiri khusyuk menghadap kiblat, menciptakan kontras yang kuat dengan citra Times Square sebagai simbol modernitas dan pusat hiburan dunia.

Momen langka ini menjadi gambaran bahwa ibadah dapat ditegakkan di mana saja, tanpa batas ruang dan waktu.

Pemandangan ini mengingatkan bahwa Islam tidak terbatas oleh budaya ataupun negeri. Di tengah pusat peradaban modern, nilai-nilai spiritual tetap tumbuh dan hidup.

Ramadan menghadirkan suasana yang indah dan berbeda, bahkan di pusat kota tersibuk sekalipun.

Baca Juga:

Sekejap tempat itu berubah menjadi momen yang begitu khidmat dengan pelaksanaan Shalat Tarawih berjamaah dan sujud yang penuh kekhusyukan.

Di tempat yang identik dengan gemerlap dunia, hati para jamaah tetap menemukan jalan untuk kembali kepada Allah, menegaskan bahwa di mana pun dan kapan pun seorang hamba bersujud, di situlah kemuliaan ditegakkan.

0 Komentar