Tidurnya Orang Puasa itu Ibadah? Simak Tips Produktif Ramadhan Biar Nggak Jadi Kaum Rebahan!

perbedaan antara tidur yang bertujuan untuk ibadah (power nap) dengan tidur berlebihan sebagai pelarian rasa l
tidur yang bertujuan untuk ibadah (power nap) dengan tidur berlebihan sebagai pelarian rasa lapar saat bulan Ramadan. (foto:Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Banyak sekali orang yang berpegang pada kalimat “tidurnya orang puasa itu ibadah.” Kalimat ini sering kali menjadi “senjata” bagi mereka yang ingin menghindari rasa haus dan lapar dengan cara tidur sepanjang hari. Namun, pertanyaannya: apakah benar tidur seharian otomatis membuahkan pahala yang besar? Mari kita bahas maknanya agar tidak salah kaprah.

Makna Sebenarnya “Tidurnya Orang Puasa Itu Ibadah”Secara makna, tidur orang yang berpuasa bisa bernilai ibadah jika tujuannya benar, yaitu untuk menghindari hal-hal negatif yang dapat merusak pahala puasa, seperti bergosip (ghibah), pamer, atau berkata buruk. Tidur juga bernilai ibadah jika dimaksudkan untuk mengistirahatkan tubuh agar lebih kuat menjalankan ibadah lainnya, seperti shalat tarawih atau tadarus Al-Qur’an.

Tidur Berkualitas vs. Tidur karena MalasKita perlu membedakan mana tidur yang bernilai positif dan mana yang justru merugikan kesehatan:

Baca Juga:Mengapa Sensor ADAS Mobil Sering Error Saat Musim Hujan? Ini Cara Memperbaikinya Sendiri!Apakah Nanas Muda Bisa Mencegah Kehamilan? Cek Fakta Medis dan Mitosnya di Sini!

  • Tidur Sebagai Sarana Ibadah:

Tidur siang selama 25-30 menit sangat ampuh untuk menyegarkan badan yang lelah. Meski singkat, tidur ini berkualitas dan membantu kita tetap semangat melaksanakan ibadah di malam hari.

  • Tidur Pelarian Lapar:

Banyak orang memilih tidur dari pagi hingga menjelang buka puasa. Bukannya segar, tidur model begini justru membuat tubuh lemas dan kepala pusing karena siklus metabolisme yang terganggu.

Tips Tetap Produktif Meski Sedang Berpuasa Agar bulan suci ini tidak hanya lewat begitu saja, berikut beberapa tips agar tetap produktif:

  • Manfaatkan Power Nap: Tidur siang singkat selama 10-20 menit sangat efektif untuk mengembalikan energi. Hal ini membuat badan tidak terasa lemas saat menjelang sore hari.
  • Ngabuburit yang Bermanfaat: Jalan sore atau bersepeda santai bisa menjadi aktivitas yang bagus untuk mengisi waktu luang. Udara sore yang segar dapat membuat pikiran kembali tenang sembari menunggu azan Magrib.
  • Kerjakan Tugas Berat di Pagi Hari: Manfaatkan waktu setelah Subuh untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Di waktu ini, energi kita masih penuh karena sisa nutrisi saat sahur. Simpan aktivitas ringan atau hobi untuk sore hari.
0 Komentar