Kisah Pilu di Bulan Suci, Lansia Korban Bencana di Sumatra Berbuka Hanya dengan Air Putih

Kisah Pilu di Bulan Suci, Lansia Korban Bencana di Sumatra Berbuka Hanya dengan Air Putih
Kisah Pilu di Bulan Suci, Lansia Korban Bencana di Sumatra Berbuka Hanya dengan Air Putih. (ILUSTRASI)
0 Komentar

JATINANGOR EKPRES – Kisah pilu korban bencana di wilayah Sumatra saat ini masih bertahan di tenda-tenda pengungsian.

Di tengah keterbatasan prasarana, fasilitas, dan kebutuhan pokok, mereka tetap semangat menjalankan ibadah puasa dengan penuh kesabaran.

Suasana Ramadan yang biasanya identik dengan kebersamaan bersama keluarga serta hidangan buka yang hangat dan enak, kini terasa berbeda.

Baca Juga:Viral Saat Live, Pria Tiba-Tiba Diduga Terserang Stroke, Publik Tersentuh dan Doakan Kesembuhan

Kenyataannya berbeda dengan korban bencana di wilayah Sumatra yang harus menjalani Ramadan dalam kondisi seadanya dan darurat.

Mirisnya, korban bencana di wilayah Sumatra mengandalkan tenda pengungsian dan hanya memiliki makanan seadanya, bahkan dalam kondisi kekurangan.

Hanya tenda yang mereka punya, dan tenda tersebut digunakan sebagai pelindung sekaligus tempat ibadah.

Tak sedikit warga lanjut usia yang tetap berpuasa meski kondisi fisik mereka sudah lemah.

Dengan prasarana dan fasilitas yang minim, mereka berbuka puasa ala kadarnya. Bahkan, sebagian lansia hanya minum air putih saja untuk berbuka.

Tak hanya itu, warga lanjut usia tetap berpuasa dengan penuh keikhlasan walau keterbatasan bahan makanan.

Kondisi ini menggambarkan beratnya ujian yang harus dihadapi para korban bencana di bulan suci Ramadan.

Baca Juga:

Meski demikian, semangat mereka tidak pantang menyerah dengan keadaan dan tetap menunaikan ibadah puasa dengan ikhlas walau di tengah situasi yang sulit.

Para pengungsi berharap adanya perhatian dan bantuan yang lebih merata agar kebutuhan dasar, terutama makanan untuk sahur dan berbuka, dapat terpenuhi selama Ramadan berlangsung.

0 Komentar