Apa Saja Makanan Khas Ramadan di Berbagai Negara? Intip 8 Hidangan Ikoniknya!

Apa Saja Makanan Khas Ramadan di Berbagai Negara? Intip 8 Hidangan Ikoniknya!
Daftar hidangan tradisional khas Ramadan dari berbagai negara seperti Harees, Kolak, Haleem, hingga Mahshy yang menjadi ikon kuliner saat buka puasa. (Foto:Pexels)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Sepanjang bulan ramadhan umat muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah puasa, kegiatan yang diawali sahur saat dini hari dan berbuka saat adzan maghrib. Beragam sajian khas bulan Ramadhan tersaji mulai dari makanan gurih hingga manis.

Setiap negara pasti memiliki hidangan bulan ramadhan, terkadang hidagan tersebut bisa menjadi ikonik saat bulan ramadhan tiba karena jarang ditemui pada bulan-bulan biasa. Berikut beberapa makanan khas bulan Ramadhan di berbagai negara.

1. Harees – UEA dan Qatar

bubur kental tradisional Timur Tengah yang terbuat dari gandum yang direbus lama bersama daging (domba/ayam) dan rempah-rempah hingga teksturnya sangat halus

2. Kolak – Indonesia

Baca Juga:Bagaimana Menu Sahur Diet Agar Tidak Gemuk Saat Puasa? Cek Tips Lengkapnya!Bagaimana Tips Puasa bagi Pengidap Kanker Payudara? Simak Panduan Nutrisinya!

hidangan penutup atau takjil manis berkuah khas Indonesia yang sangat populer, terutama saat bulan Ramadhan.

3. Haleem – India

hidangan bubur daging kental kaya rempah, populer di Hyderabad saat Ramadhan. Terbuat dari daging (sapi/kambing), gandum, lentil, dan ghee yang dimasak lambat selama berjam-jam.

4. Haleem – Pakistan

hidangan rebusan kental kaya rempah yang terbuat dari campuran daging (sapi/kambing/ayam), gandum, jelai, dan berbagai jenis lentil yang dimasak perlahan hingga lembut.

5. Harees – Arab Saudi

bubur gandum kental yang dicampur dengan daging (ayam atau kambing). Makanan ini memiliki tekstur lembut, halus, dan sering disajikan sebagai hidangan utama, terutama populer selama bulan Ramadhan.

6. Bubur Lambuk – Malaysia

hidangan bubur nasi tradisional Melayu yang sangat populer, terutama di Malaysia dan Kepulauan Riau, Indonesia, saat bulan Ramadhan. Bubur ini dikenal karena kaya akan rempah, gurih, mengenyangkan, dan sering dimasak dalam porsi besar di masjid-masjid untuk dibagikan gratis sebagai takjil buka puasa.

7. Harira – Maroko

sup tradisional yang berasal dari Maroko dan wilayah Maghreb (Afrika Utara), terkenal karena teksturnya yang kental, kaya rempah, dan bergizi.

8. Mahshy – Mesir

hidangan tradisional Mesir berupa sayuran (seperti daun anggur, kubis, zucchini, terong, atau paprika) yang diisi dengan campuran nasi berbumbu, herba (dill, peterseli, ketumbar), bawang, dan saus tomat.

0 Komentar