Berkah Tanpa Berlebihan: Gaya Hidup Sederhana di Bulan Suci

Berkah Tanpa Berlebihan: Gaya Hidup Sederhana di Bulan Suci
Berkah Tanpa Berlebihan: Gaya Hidup Sederhana di Bulan Suci. (IST. CANVA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Setiap Ramadhan datang, suasananya selalu terasa berbeda. Menjelang magrib, jalanan ramai oleh penjual takjil. Iklan makanan bermunculan di media sosial. Diskon besar-besaran hadir hampir di setiap toko. Undangan buka bersama pun silih berganti. Tanpa disadari, pengeluaran selama bulan puasa justru sering kali lebih besar dibanding bulan biasa.

Jika tidak dikendalikan, kebiasaan ini bisa membuat makna Ramadhan terasa bergeser. Bukan lagi tentang kesederhanaan dan kepedulian, melainkan tentang konsumsi yang berlebihan. Karena itu, penting untuk menjalani Ramadhan dengan sikap lebih bijak dan terencana.

‎Berikut beberapa langkah sederhana agar Ramadhan tetap hemat tanpa kehilangan maknanya.

1. Membuat Anggaran Sejak Awal

Baca Juga:Rekomendasi Permainan Seru, Untuk Menemani Waktu Ngabuburit Kamu Bareng Orang Tersayang!Buat Ramadan Lebih Bermakna, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Beribadah Puasa

Perencanaan adalah langkah awal yang sering disepelekan, padahal sangat menentukan. Mulai dari bahan makanan untuk sahur dan berbuka, kebutuhan rumah tangga, dana untuk zakat dan sedekah, hingga kemungkinan pengeluaran untuk buka bersama atau keperluan mendadak lainnya.

Dengan membuat anggaran, kita jadi punya gambaran yang jelas tentang ke mana uang akan digunakan. Hal ini membantu kita membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Ketika sudah ada batas yang ditentukan, jadi lebih mudah menahan diri dari pengeluaran impulsif yang sering muncul karena tergoda suasana atau ajakan teman.

2. Lebih Sering Memasak di Rumah

‎Suasana menjelang magrib memang penuh godaan. Deretan takjil yang berwarna-warni sering kali membuat kita ingin membeli semuanya. Tidak ada salahnya sesekali membeli makanan di luar, tetapi jika dilakukan setiap hari, pengeluaran bisa meningkat tanpa terasa.

Memasak sendiri di rumah bisa menjadi solusi yang lebih hemat sekaligus lebih sehat. Kita bisa menyesuaikan menu dengan kebutuhan keluarga dan mengatur porsi agar tidak berlebihan. Selain itu, kegiatan memasak bersama juga bisa mempererat kebersamaan di rumah. Menu sederhana pun sudah cukup membuat momen berbuka terasa hangat, karena yang terpenting adalah kebersamaan dan rasa syukur.‎‎

3. Membeli Makanan Secukupnya

‎Saat menahan lapar seharian, wajar jika semua makanan terlihat menggoda. Namun, kebiasaan membeli atau menyiapkan makanan dalam jumlah berlebihan sering berakhir pada pemborosan. Tidak semua makanan habis, bahkan ada yang terbuang.

0 Komentar