Buat Ramadan Lebih Bermakna, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Beribadah Puasa

Buat Ramadan Lebih Bermakna, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Beribadah Puasa
Buat Ramadan Lebih Bermakna, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Beribadah Puasa. (IST. CANVA)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES –

Ramadan sudah tidak lain dan tidak bukan adalah bulannya ibadah, berpuasa, menahan lapar, haus, dan hawa nafsu dari subuh sampai maghrib. Tapi jika dipikir-pikir lagi, Ramadan sebenarnya jauh lebih luas, lebih bermakna dari sekadar nahan makan dan minum seharian penuh.

Bulan ini sering disebut sebagai momen upgrade spiritual. Atmosfernya beda, ritmenya beda, bahkan cara orang menjalani hari-harinya pun ikut berubah. Nggak heran kalau banyak yang bilang Ramadan itu semacam tombol reset tahunan.

Ada banyak amalan yang dianjurkan selama Ramadan, yang justru jadi inti dari pengalaman bulan puasa itu sendiri.

1. Memperbanyak Sedekah

Baca Juga:Berbagi Takjil di Bulan Ramadan: Siapa Saja yang Berhak Menerimanya?Aku, Kamu, dan Bandung, Jadi Saksi Nyata Usaha Dua Gadis Tunawicara Keterima Kerja di Matahari

Ramadan dan sedekah itu kayak paket kombo yang hampir nggak bisa dipisahkan. Di bulan yang suci ini, berbagi terasa punya nuansa yang berbeda. Hal kecil pun bisa terasa lebih bermakna, lebih membekas.

Sedekah nggak selalu identik dengan uang besar. Hal sederhana seperti traktir teman berbuka, berbagi makanan, atau bahkan membantu orang lain dalam bentuk tenaga juga sudah termasuk ke dalam sedekah. Intinya bukan soal nominal, tapi soal kepekaan sosial.

Ramadan sering bikin orang lebih sadar bahwa ada banyak orang di luar sana yang kondisi hidupnya nggak seberuntung yang kita jalani.

2. Membaca Al-Qur’an

Kalau ada satu kebiasaan yang hampir selalu meningkat di bulan Ramadan, ini dia jawabannya. Banyak orang yang mungkin di bulan biasa jarang menyentuh mushaf, tiba-tiba jadi lebih rajin mengaji sampai beberapa juz dalam sehari.

Ada yang punya target khatam, ada yang sekadar menambah porsi bacaan harian. Apa pun itu, interaksi dengan Al-Qur’an di bulan Ramadan terasa lebih hidup.

Bukan cuma soal membaca, tapi juga memahami. Karena sering kali, satu ayat yang dibaca dengan sadar bisa terasa lebih masuk di qalbu dibanding banyak halaman yang lewat begitu saja.

3. Menjaga Lisan dan Sikap

Ini amalan yang sering terdengar simpel, tapi prakteknya justru paling susah, terutama bagi yang nggak terbiasa. Puasa bukan hanya menahan lapar, tapi juga menahan emosi, ucapan, dan reaksi berlebihan.

0 Komentar