Ketergantungan Terhadap Bansos Bikin Betah di Zona Miskin

Ketergantungan Terhadap Bansos Bikin Betah di Zona Miskin
Ketergantungan Terhadap Bansos Bikin Betah di Zona Miskin.
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang memperkuat strategi penanggulangan kemiskinan melalui pendekatan terpadu lintas perangkat daerah.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Langkah Terpadu Efektivitas Program Pengentasan Kemiskinan dan Kemiskinan Ekstrem di Ruang Rapat Tadjimalela Bapperida Kabupaten Sumedang, Rabu (25/2/2026).

Rakor tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumedang Hj. Tuti Ruswati, Kepala Bapperida Sajidin, para kepala UPTD serta jajaran perangkat daerah terkait.

Baca Juga:Persib Cuma Punya 3 Hari! Siap Gempur Madura United atau Tersandung di GBLA?Sosialisasi SE Sekjen ATR/BPN No. 1/2026 untuk Dukung Peningkatan Kualitas Data Pertanahan

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila menegaskan bahwa persoalan kemiskinan tidak cukup diselesaikan melalui bantuan sosial semata, melainkan harus menyentuh akar persoalan, termasuk perubahan pola pikir masyarakat penerima bantuan.

Menurutnya, masih ditemukan ketergantungan terhadap bantuan sosial di sejumlah wilayah pelosok dan desa terpencil.

“Pengentasan kemiskinan tidak akan benar-benar tuntas kalau kita tidak menyelesaikan sampai ke akarnya. Bantuan itu sifatnya sementara, tetapi keberdayaan harus selamanya. Mindset menunggu bantuan ini harus kita ubah,” tegasnya.

Wabup Fajar menekankan pentingnya pendekatan persuasif dan empati dalam mendampingi masyarakat agar memiliki keberanian keluar dari zona kemiskinan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah tidak hanya fokus pada angka statistik, tetapi juga perubahan nyata dalam kehidupan masyarakat.

Selain itu, validasi data menjadi perhatian utama. Ia mengingatkan agar tidak terjadi kesalahan sasaran akibat data yang tidak akurat.

“Verifikasi dan validasi harus benar-benar dilakukan. Pastikan bantuan APBD tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar benar berhak,” ujarnya.

Baca Juga:Doa Naik Kendaraan yang Sering Terlupa, Ini 3 Bacaan Lengkap dengan Artinya6 Tips Ngabuburit Seru, Asyik, dan Meraih Pahala

Ia juga mendorong adanya pendampingan intensif bagi keluarga miskin, terutama dalam menghadapi era digital. Pendampingan tersebut meliputi pelatihan usaha hingga pemanfaatan teknologi untuk pemasaran online, khususnya bagi masyarakat yang belum familiar dengan digitalisasi.

Dalam sektor pendidikan, Wabup Fajar menilai peningkatan rata-rata lama sekolah menjadi salah satu kunci utama menekan angka kemiskinan secara berkelanjutan.

“Kalau pendidikan meningkat, saya yakin kemiskinan pasti turun. Anak-anak yang mendapatkan pendidikan yang cukup akan membantu keluarganya keluar dari kemiskinan,” katanya.

Ia juga menyoroti persoalan pengangguran di wilayah industri, khususnya daerah dengan banyak pabrik namun tingkat pengangguran masih tinggi. Menurutnya, kompetensi tenaga kerja lokal harus ditingkatkan melalui pelatihan keterampilan agar mampu bersaing.

0 Komentar