“Pabrik ada di Sumedang, tenaga kerjanya harus orang Sumedang. Kita siapkan pelatihannya dulu sesuai kebutuhan perusahaan,” tegasnya.
Di tengah keterbatasan fiskal daerah akibat pemotongan anggaran, Wakil Fajar meminta seluruh perangkat daerah memastikan tidak ada program yang berjalan sia-sia dan seluruh intervensi benar-benar berdampak pada penurunan kemiskinan ekstrem.
Ia pun mengajak seluruh jajaran bekerja dengan keikhlasan dan empati dalam melayani masyarakat.
Baca Juga:Persib Cuma Punya 3 Hari! Siap Gempur Madura United atau Tersandung di GBLA?Sosialisasi SE Sekjen ATR/BPN No. 1/2026 untuk Dukung Peningkatan Kualitas Data Pertanahan
“Pengentasan kemiskinan harus dilakukan secara kolektif dan komprehensif. Kita semua adalah pemimpin yang akan dimintai pertanggungjawaban atas apa yang kita kerjakan hari ini,” ungkapnya. (red)
