Pasukan Muslim saat itu berada dalam kondisi yang jauh dari ideal, hanya 313 pasukan kaum Muslimin harus berhadapan dengan 1000 pasukan kaum kafir Quraisy. Dengan jumlah prajurit yang lebih sedikit, perlengkapan terbatas, dan situasi yang penuh tekanan. Namun hasil akhirnya justru menjadi sebuah kemenangan penting yang memiliki dampak besar terhadap posisi umat Islam pada masa itu.
Perang Badar sering dipandang bukan sekadar konflik fisik, tetapi juga simbol keteguhan, keyakinan, dan keinginan berjuang membela Allah SWT. Dalam banyak pembahasan, peristiwa ini menggambarkan bagaimana situasi sulit tidak selalu berujung pada kekalahan.
Ramadan dalam konteks ini menghadirkan dimensi yang menarik, bulan yang identik dengan puasa dan ibadah ternyata juga menjadi waktu terjadinya peristiwa besar yang menuntut ketahanan fisik dan mental.
3. Fathu Makkah
Baca Juga:Ramadhan Lebih Bermakna: 7 Tantangan Kebaikan yang Bisa di Coba Selama RamadhanBukber Level Up! Rekomendasi Tempat Enak dan Gak Bikin Boncos
Peristiwa Fathu Makkah, atau pembebasan Kota Makkah. Momen ini menjadi salah satu titik balik paling monumental dalam sejarah Islam. Di mana peristiwa ini erjadi pada tanggal 20 Ramadan tahun ke delapan Hijriyah karena pelanggaran perjanjian yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy dalam kesepakatan Hudaibiyah.
Tanpa pertumpahan darah besar, Nabi Muhammad SAW bersama kaum Muslimin memasuki Makkah. Peristiwa ini menandai perubahan besar dalam struktur sosial, politik, dan keagamaan di Jazirah Arab. Kota yang sebelumnya menjadi pusat penolakan terhadap dakwah Islam, akhirnya menjadi pusat peradaban Islam itu sendiri.
Fathu Makkah sering dikenang bukan hanya karena aspek historisnya, tetapi juga karena nilai-nilai moral politik yang menyertainya, terutama sikap pemaafan. Alih-alih balas dendam, justru muncul pendekatan yang menekankan kedamaian.
