Biasakan untuk membeli dan menyiapkan makanan sesuai kebutuhan. Berbuka dianjurkan dengan cara yang sederhana. Secukupnya untuk mengembalikan energi, bukan untuk melampiaskan rasa lapar.
4. Bijak Memanfaatkan Promo
Bulan Ramadhan identik dengan berbagai promo dan diskon. Mulai dari pakaian, makanan, hingga perlengkapan rumah tangga, semuanya ditawarkan dengan harga menarik. Namun, harga murah tidak selalu berarti hemat jika barang tersebut sebenarnya tidak dibutuhkan.
Sebelum membeli, luangkan waktu untuk mempertimbangkan manfaatnya. Apakah barang tersebut memang diperlukan sekarang, atau hanya sekadar mengikuti tren? Sikap bijak dalam memanfaatkan promo membantu kita terhindar dari kebiasaan belanja berlebihan yang justru membuat pengeluaran semakin besar.5. Mengutamakan Sedekah dan Amal
Baca Juga:Buat Ramadan Lebih Bermakna, Ini Amalan-amalan yang Dianjurkan Selama Beribadah PuasaBerbagi Takjil di Bulan Ramadan: Siapa Saja yang Berhak Menerimanya?
Ramadhan adalah bulan yang penuh kesempatan untuk berbagi. Daripada menghabiskan uang untuk hal-hal yang kurang penting, akan lebih baik jika sebagian rezeki dialihkan untuk sedekah. Bentuknya tidak harus besar. Memberi makanan berbuka kepada orang lain, membantu tetangga yang membutuhkan, atau berdonasi untuk kegiatan sosial sudah termasuk amal yang berarti.
Ketika kita membiasakan diri untuk berbagi, kita tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga melatih empati dan kepedulian. Rasa bahagia karena bisa memberi sering kali jauh lebih bertahan lama dibanding kesenangan sesaat karena membeli sesuatu.6. Mengatur Aktivitas dengan Baik
Pengeluaran yang tidak terencana sering muncul dari aktivitas yang tidak teratur. Terlalu sering keluar rumah tanpa tujuan yang jelas bisa membuat kita tergoda untuk jajan atau berbelanja. Begitu juga dengan jadwal yang berantakan, bisa membuat kita memilih solusi instan yang cenderung lebih mahal.
Dengan mengatur aktivitas harian secara lebih terstruktur, kita bisa menghemat waktu dan biaya. Tentukan waktu khusus untuk belanja kebutuhan agar tidak bolak-balik ke toko. Atur juga waktu istirahat dan ibadah agar keseimbangan tetap terjaga. Ketika aktivitas tertata, pengeluaran pun lebih mudah dikendalikan.7. Melakukan Evaluasi Secara BerkalaMengatur keuangan tidak cukup hanya di awal saja. Penting untuk melakukan evaluasi secara berkala, misalnya setiap minggu. Periksa kembali apakah pengeluaran masih sesuai dengan anggaran yang telah dibuat. Jika ada pemborosan, cari tahu penyebabnya dan perbaiki di minggu berikutnya.
