JATINANGOR EKSPRES – Setiap bulan suci Ramadan tiba, suasana senja di berbagai penjuru negeri berubah menjadi momen yang dinanti-nanti. Aroma makanan manis dan gurih yang biasanya hadir setiap hari, namun berbeda pada saat bulan mulia ini, menguar dari dapur-dapur rumah, masjid, hingga sudut jalanan.
Di saat itulah takjil muncul bukan hanya sekadar hidangan pembuka puasa, tetapi juga menjadi simbol kehangatan, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sosial. Tradisi berbagi takjil secara cuma-cuma, telah menjadi pemandangan khas di setiap kota, ketika tangan-tangan dermawan membagikan makanan kepada siapa saja yang membutuhkan atau sekadar melintasi jalan menjelang waktu berbuka.
Sebenarnya Apa itu Takjil?
Takjil berasal dari bahasa Arab ta‘jīl (تعجيل) yang berarti menyegarkan. Di dalam konteks puasa, maknanya adalah menyegarkan berbuka ketika waktu maghrib telah tiba. Dalam hadits, umag Islam dianjurkan untuk tidak menunda-nunda saat berbuka puasa. Karena itu, secara makna asli takjil bukanlah masuk ke dalam jenis makanan, melainkan tindakan menyegarkan berbuka.
Baca Juga:Berkah Tanpa Berlebihan: Gaya Hidup Sederhana di Bulan SuciRekomendasi Permainan Seru, Untuk Menemani Waktu Ngabuburit Kamu Bareng Orang Tersayang!
Di Indonesia, maknanya berkembang menjadi makanan atau minuman ringan untuk berbuka puasa yang biasanya menu tersebut tidak lain dari kurma, kolak, es buah, gorengan, teh manis hangat atau dingin.
Sejarah dan perkembangan Takjil
Pada awal masa Islam, sejak abad ke-7 Masehi, sudah ada anjuran memberi makan orang yang berpuasa. Dalam hadits disebutkan, orang yang memberi makan untuk berbuka akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, yang artinya tradisi berbagi tersebut sudah ada sejak masa Nabi. Meskipun belum disebutkan sebagai istilah “takjil gratis” seperti sekarang.
Di Indonesia, pembagian takjil gratis mulai dikenal luas sekitar tahun 1980 hingga 1990 an, kegiatan selama ramadhan di masjid ini dibagikan oleh organisasi dan masyarakat yang semakin aktif dibagikan. Kemudian pada awal tahun 2000 tradisi ini jauh lebih populer dengan pembagian takjil dengan cara membagikan di pinggir jalan oleh komunitas, pelajar, hingga perusahaan. Karena di era media sosial yang mulai canggih, pada tahun 2010 ke atas kegiatan ini semakin viral dan meluas.
