Tradisi atau Eksploitasi Bahaya? Pengemis Pasukan Sapu Lidi di Bahu Jalan Subang-Indramayu Tuai Kecaman!

Tradisi atau Eksploitasi Bahaya? Pengemis Pasukan Sapu Lidi di Bahu Jalan Subang-Indramayu Tuai Kecaman!
Tradisi atau Eksploitasi Bahaya? Pengemis Pasukan Sapu Lidi di Bahu Jalan Subang-Indramayu Tuai Kecaman! (TANGKAPAN LAYAR)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Mudik. Kalian pasti sudah tidak asing lagi dengan kata “mudik” saat menjelang hari-hari penting, seperti Lebaran. Begitupun di tahun ini, asur mudik mulai memadati jalan raya.

Namun, ada hal kurang terpuji yang seolah-olah sudah menjadi tradisi di beberapa wilayah indonesia. Baru-baru ini, kembali beredar sebuah video yang memperlihatkan puluhan sampai ratusan orang yang berjajar di samping/bahu jalan sambil memegangi sapu lidi, bukan untuk membersihkan jalan, melainkan untuk menarik uang yang di lemparkan pengendara yang lewat (mengemis masal).

Perbuatan ini benar-benar membuat banyak pengendara merasa risih, karena tak hanya dimintai uang, mereka juga ada yang hampir celaka karena tak sengaja melindas sapu yang ditarik “pengemis” tersebut. Setelah dicari tahu, rupa-rupanya kejadian tersebut terjadi di wilayah perbatasan Subang dan Indramayu, Jawabarat. Tindakan tak terpuji tersebut berhasil menarik perhatian warganet dan berakhir memberikan pandangan buruk ke dua kota popular tersebut.

Baca Juga:Pelajari Jejak Bersejarah di Bulan Ramadan, Inilah Tiga Peristiwa Besar yang Mengubah Dunia IslamRamadhan Lebih Bermakna: 7 Tantangan Kebaikan yang Bisa di Coba Selama Ramadhan

Kegiatan ini sukses memancing berbagai argumen yang berakhir dengan perdebatan antar berbagai pihak, entah yang membenarkan, menyalahkan, juga menjudge perbuatan yang katanya “tradisi” ini. Bukan soal benar salahnya, namun yang lebih diutamakan adalah aman atau tidaknya. Karena, kegiatan yang selalu mereka lakukan di setiap tahunnya ini, benar-benar tidak aman, membahayakan dirinya sendiri juga para pengendara yang melintas. Di beberapa video yang ada dari berbagai tahun, tak sedikit yang juga nekat lari ke tengah jalan hanya untuk mengemis.

Dari beberapa komentar yang paling menonjol adalah komentar-komentar yang menyudutkan pemerintah, juga berujung ke rasis budaya. Seperti komentar milik akun @Luffy yang berbunyi “mau heran tapi konoha” juga komentar dari @GOGONDORUWO yang menyebutkan “memalukan sekali jika sudah menjadi tradisi”. Komentar-komentar tersebut merupakan setitik dari tumpahan emosi netizen.

Yang membuat hal ini semakin memanas, karena hadirnya komentar-komentar dari negara luar, mereka cukup terkejut dengan apa yang disebut “tradisi” oleh warga Indonesia. Secara tak langsung mereka memperkenalkan Indonesia sebagai negara rendahan dan tak bermoral sama sekali, bahkan hal terhina pun mereka anggap tradisi semata. Di manakah titik terangnya? Mau sampai kapan masyarakat tersebut melakukan hal-hal tak bermoral? Di mana letak “Indonesia maju” yang selalu di koar-koar kan?

0 Komentar