Menanggapi peristiwa tersebut, pihak kepolisian sekaligus mengimbau seluruh pengemudi, khususnya sopir angkutan barang dan kendaraan jarak jauh, agar lebih memperhatikan kondisi fisik dan kesehatan sebelum maupun selama perjalanan. Pengemudi diingatkan untuk tidak memaksakan diri tetap berkendara apabila merasa lelah, mengantuk, atau dalam kondisi kurang sehat, karena hal tersebut dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.
Petugas juga menekankan pentingnya waktu istirahat yang cukup di sela perjalanan, menjaga pola makan yang seimbang, serta rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi sopir yang memiliki riwayat penyakit tertentu. Terlebih di bulan puasa, kondisi tubuh bisa lebih cepat lelah jika tidak diimbangi dengan manajemen waktu istirahat yang baik.
Selain faktor kesehatan, perusahaan angkutan maupun pemilik kendaraan juga diharapkan turut memperhatikan jadwal kerja sopir agar tidak terlalu padat dan melelahkan. Keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama, sehingga kewaspadaan dan kepedulian terhadap kondisi diri menjadi hal utama demi mencegah kejadian serupa terulang kembali.
