JATINANGOR EKPRES, CIMALAKA – Warga Desa Cimalaka tepatnya di Dusun Lembur Gedong RT 02 RW 06, mengeluhkan keberadaan kabel tegangan tinggi milik Perusahaan Listrik Negara (PLN) jenis kabel lama belum terbungkus dan kabel tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat sekitar.
Hal tersebut disampaikan salah satu perwakilan warga setempat, Yunus Mitafhun, yang memiliki bangunan bimbingan belajar yepat di bawah kabel listrik tersebut.
Yunus mengatakan ia khawatir dengan kondisi kabel jenis lama yang masih terbuka. Ia menilai, kabel bertegangan tinggi yang tidak terbungkus berpotensi menimbulkan risiko fatal bagi warga, terutama anak-anak dan masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi.
Baca Juga:Pemdes Licin Dukung Program KKN IPDN.Rekomendasi 5 Menu Sahur Praktis, Lezat, dan Dijamin Bikin Tubuh Tetap Fit
“Sudah beberapa kali melapor datang langaung ke kantor PLN, tapi belum ada tanggapan,” ujar Yunus dalam keterangannya.
Menurutnya, laporan telah disampaikan lebih dari satu kali, namun hingga kini belum ada tindakan nyata di lapangan oleh pihak PLN. Karena belum mendapat respons, Yunus kini mencoba melanjutkan pengaduanya ke pihak pemerintahan desa agar dapat ditindaklanjuti secara serius oleh pihak PLN.
“Saya sekarang melapor ke desa supaya bisa segera ditindaklanjuti,” katanya.
Ia menyebut, kondisi kabel yang belum terbungkus tidak hanya terjadi di satu titik, melainkan masih banyak ditemukan di wilayah tersebut. Yunus juga mengungkapkan kekhawatirannya dengan merujuk pada kejadian serupa di wilayah lain.
“Di daerah Paseh pernah ada korban sampai meninggal dunia karena tersengat kabel tegangan tinggi yang tidak terbungkus,” ungkapnya.
Ia berharap peristiwa tersebut tidak kembali terulang di Lembur Gedong maupun di wilayah lainnya.Ia mewakili warga setempat untuk menyuarakan kekhawatiran demi keselamatan bersama.
“Saya mohon supaya kejadian itu tidak terulang lagi kepada warga lainnya. Harapan kami segera ditindaklanjuti oleh pihak PLN dengan mengganti kabel tersebut oleh kabel model baru yang di bungkus agar tidak ada korban lagi,” tegasnya.
Baca Juga:Transformasi Pendidikan Dimulai dari Transformasi GuruSabusu Jatinangor Tanpa Denting Gamelan, Warga Ungkap Cerita di Baliknya
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PLN terkait keluhan warga tersebut. Warga berharap adanya respons cepat dan langkah penanganan guna mencegah potensi bahaya di lingkungan mereka. ( ahm )
