JATINANGOR EKSPRES – Lebaran selalu identik dengan hal-hal yang terdengar menyenangkan. Baju baru, THR, makanan melimpah, rumah ramai, sampai momen kumpul keluarga yang jarang terjadi di hari biasa.
Momen ini seharusnya jadi salah satu hari paling bahagia dalam setahun. Tapi anehnya, nggak sedikit orang yang justru merasa lebih emosional saat Lebaran tiba.
Ada yang tiba-tiba jadi mellow, ada yang merasa kosong tanpa alasan jelas, bahkan ada yang diam-diam merasa nggak seantusias dulu saat menyambut Lebaran.
Baca Juga:Takjil Mewah Low Budget: 5 Resep Dessert Estetik yang Bakal Sold Out!Strategi Nutrisi Sahur Jawara: Rahasia Makan Pintar Agar Energi Tetap On-Fire Sepanjang Hari
Momen Lebaran yang harusnya penuh euphoria kadang malah terasa lebih berat secara perasaan, seperti sesuatu yang mengganjal. Fenomena ini ternyata dialami juga oleh banyak orang.
Salah satu alasan paling umum adalah efek nostalgia. Lebaran sering kali membawa ingatan ke masa lalu.
Suasana rumah, aroma masakan khas, suara takbir, sampai obrolan keluarga bisa memicu memori lama yang tanpa sadar muncul begitu saja. Masalahnya, kenangan lama nggak selalu hadir dengan rasa netral.
Bagi sebagian orang, Lebaran mengingatkan pada masa kecil yang terasa lebih sederhana. Waktu di mana semuanya terasa hangat, masih lengkap, dan minim beban.
Ketika membandingkan dengan kondisi sekarang, muncul perasaan yang sulit dijelaskan. Bukan sepenuhnya sedih, tapi ada rasa kehilangan terhadap sesuatu yang sudah nggak bisa diulang. Mustahil.
Perubahan situasi keluarga juga jadi faktor besarnya. Seiring bertambahnya usia, komposisi keluarga mulai berubah karena waktu berjalan tanpa henti, ada anggota keluarga yang mungkin sudah meninggal, ada yang merantau, ada juga yang hubungan emosionalnya tak lagi sedekat dulu.
Lebaran yang dulu terasa ramai bisa terasa “hits-different” hanya karena satu orang nggak lagi hadir.
Baca Juga:Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan HelmPecinta Udang Wajib Tahu! Inilah 10 Olahan Udang Sederhana Cocok Untuk Menu Buka Puasa
Hal-hal seperti ini sering kali memunculkan rasa haru yang datang tiba-tiba. Bahkan di tengah suasana kumpul keluarga, seseorang tetap bisa merasa ada yang kurang.
Lebaran bukan cuma soal perayaan, tapi juga momen yang memperjelas perubahan hidup, memberi pelajaran tentang betapa berharganya setiap waktu yang dijalani.
Ekspektasi juga punya peran penting. Lebaran sering digambarkan sebagai momen bahagia, penuh tawa, penuh kehangatan. Media sosial memperkuat gambaran ini.
