JATINANGOR EKSPRES – Essential oil dipercaya mampu menjadi obat alami untuk meredakan stres, mengatasi gagal fokus, hingga membantu proses pernapasan. Namun, beberapa dokter ahli paru menilai bahwa pemakaian essential oil memiliki batasan tertentu. Di balik aromanya yang menenangkan, benarkah essential oil aman untuk paru-paru?
Bukti Ilmiah Penggunaan Essential Oil
Belum ada bukti ilmiah yang cukup untuk mendukung penggunaan essential oil secara bebas dalam meningkatkan kesehatan paru-paru. David Beuther, dokter spesialis paru di National Jewish Health, Denver, menegaskan bahwa minyak atsiri tidak benar-benar memberikan efek pengobatan langsung untuk organ pernapasan. “Sehingga tidak bisa diandalkan untuk memperbaiki fungsi pernapasan,” ujarnya.
Risiko bagi Penderita Asma dan Penyakit Paru Kronis
Menurut Melanie Carver, wakil presiden layanan kesehatan komunitas Asthma and Allergy Foundation of America, pengidap gejala asma tidak disarankan menghirup essential oil karena mengandung senyawa organik volatil atau VOC.
Baca Juga:Apa Keunikan Olimpiade Musim Dingin 2026? Cek Inovasi dan Cabang Olahraga Barunya!Apa Saja Makanan Khas Ramadan di Berbagai Negara? Intip 8 Hidangan Ikoniknya!
Essential oil yang sering difusikan, seperti eucalyptus dan lavender, dapat melepaskan senyawa kimia. Zat-zat seperti terpene dan toluene di dalamnya berisiko menyebabkan sesak napas serta rasa berat di area dada bagi mereka yang sensitif.
Aroma Kuat sebagai Pemicu Asma
Badan kesehatan dunia seperti Centers for Disease Control and Prevention (CDC) telah mencantumkan wewangian sebagai salah satu pemicu umum serangan asma.
Pada penderita asma, menghirup essential oil yang dipanaskan dan disebarkan ke udara melalui diffuser berpotensi memicu serangan tanpa disadari. Inilah alasan mengapa sebagian dokter menyarankan penderita asma untuk menghindari penggunaan diffuser, terutama di ruang tertutup dengan ventilasi yang buruk.
