Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan Helm

Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan Helm
Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan Helm. (TANGKAPAN LAYAR)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES, PERISTIWA – Niat memberi edukasi, malah jadi korban intimidasi. Hal ini dialami oleh seorang petugas damkar yang mendapatkan teror melalui chat, ia mengaku jika teror ini muncul tak lama seusai dirinya membuat konten edukasi tentang fungsi helm.

Dalam video, sang petugas terlihat menunjukkan helm miliknya dan menjelaskan kegunaan nya, “gua mau ngasih tahu lu, ini namanya helm, gunanya itu buat ngelindungi kepala. Bukan buat ngancurin kepala… Warga.” Ungkapnya kurang lebih seperti itu.

Lalu dia melanjutkan “katanya bulan puasa setan pada dipenjara, kok masih ada?” Lanjutnya di akhir video berdurasi sekitar 24 detik tersebut.

Baca Juga:Pecinta Udang Merapat! Ini Dia Beberapa Olahan Udang Sederhana Cocok Untuk Berbuka!Menjalani Ramadhan dengan Kursi Kosong di Meja Makan, Saat Ibu Tak Lagi Menyambut Azan Magrib

Konten tersebut dibagikan sekitar tanggal 22/23 februari 2026. Dan menjadi topik pembahasan panas sekitar tanggal 25 februari.

Setelah videonya viral dan beredar di berbagai platform media sosial, hanya selang beberapa waktu langsung masuk berbagai chat berunsur teror pada petugas damkar dengan nama akun @xkhairulumam tersebut.

Tak diketahui motif utama pengirim teror, namun banyak warganet yang menduga pengirim berasal dari satu komplotan yang sama dengan tersangka pada kasus penganiayaan santri yang dilakukan salah satu oknum.

Pemilik akun @xkhairulumam langsung membuat video baru dengan menunjukkan isi tangkapan layar chat dari peneror, namun tetap dalam bentuk profesional dengan cara menutupi nomor pengirim juga nama yang tercantum dalam chat tersebut.

Dengan ekspresi jengah, ia menyampaikan pada para pengikutnya bahwa ia mendapatkan teror dan tak perlu merasa heran kalau sewaktu-waktu dia menghilang atau terkena masalah besar.

Ia seolah sudah yakin dan pasrah dengan nasibnya nanti, bagaimanapun ia sadar konten edukasinya secara tak langsung menyindir beberapa pihak, padahal tujuannya tak begitu.

Namun, meskipun begitu personel damkar ini mendapatkan banjiran dukungan dan banyak yang mengaku siap pasang badan untuk membelanya.

Baca Juga:"Sehidup Semaling" di Tangan Massa: Pasutri Maling Motor Kompak Babak BelurTabrakan Beruntun di Buah Batu Dini Hari, Diduga Sopir Truk Box Alami Microsleep

Warganet akui keberanian personel damkar ini patut diberi apresiasi dan penghargaan karena sudah menjelaskan kegunaan helm yang sebenarnya.

Menyikapi kejadian ini, hanya dari sebuah edukasi berakhir teror. Mengingat kita tentang minimnya keadilan di negara, oleh karena itu penting sekali untuk kompak dan menjaga satu sama lain, apalagi demi membela kebenaran.

0 Komentar