- Multi-sensory branding yang mengaktifkan penglihiatan, rasa, dan sentuhan. Hal ini dibuktikan lewat penilitian Millward Brown pada kolaborasi Vaseline x Krispy Kreme yang mendapat impact dengan kenaikan 70%. menurut Journal of Consumer Reasearch, hal ini juga didorong faktor curiosity, yaitu rasa penasaran dari makanan familiar yang memberikan rasa nostalgia sambil mencoba produk makeup/skincare terbaru.
- Efek FOMO dan virality memicu brand mengeluarkan produk limited edition dan menciptakan urgency, yang juga terjadi pada algoritma sosial media dimana adanya cross-audience: beauty fans membeli makanan, sedangkan foodies membeli skincare.
Tren di 2026: Hit or Flop?
Mengutip laman AdevCo., tren ini masih dan akan tetap relevan bahkan pasca-pandemi, dimana brand juga memilih partner autentik (lifestyle match) dan menghindari teknik marketing gimmick. Fenomena konsumen Zillenial yang haus novelty dan pengalaman multisensory digunakan sebagai target marketing kolaborasi ini, serta menjual cerita autentik seperti kolaborasi Derma Express x Kopi Kenangan tentang “hustle culture”, seperti menyeruput kopi di pagi hari sambil skincare-an. Teknik marketing juga tidak luput dari kontra berupa image brand yang dibuat snack-like bisa saja mengurangi kesan premium pada brand kosmetik jika tidak mampu di mix-and-match dengan baik.
