JATINANGOR EKSPRES – Menjalani ibadah puasa sering kali dianggap sebagai tantangan fisik yang berat, terutama saat rasa lemas dan kantuk mulai menyerang tepat di jam-jam produktif.
Namun, sebenarnya tubuh manusia memiliki sistem penyimpanan energi yang luar biasa jika kita tahu cara mengisi “bahan bakarnya” dengan tepat saat sahur.
Rahasia utamanya bukan terletak pada porsi makan yang menggunung, melainkan pada pemilihan jenis asupan yang mampu bertahan lama di dalam sistem pencernaan.
Baca Juga:Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan HelmPecinta Udang Wajib Tahu! Inilah 10 Olahan Udang Sederhana Cocok Untuk Menu Buka Puasa
Berikut adalah panduan menyusun menu sahur agar energi Anda tetap stabil hingga waktu berbuka tiba.
1. Fokus pada Karbohidrat Kompleks
Rahasia utama agar tubuh tidak cepat loyo terletak pada pemahaman mengenai indeks glikemik dan bagaimana tubuh mengolah karbohidrat.
Sebagian besar masyarakat kita terbiasa mengonsumsi karbohidrat sederhana dalam jumlah besar saat sahur, seperti nasi putih, mie instan, atau roti putih dengan selai manis.
Karbohidrat jenis ini memang memberikan lonjakan energi yang instan, namun masalahnya energi tersebut akan habis terbakar dengan sangat cepat.
Fenomena ini dikenal dengan sebutan sugar crash, di mana kadar gula darah melonjak tinggi lalu merosot tajam dalam waktu singkat, meninggalkan rasa lemas, pusing, dan lapar yang luar biasa hanya dalam tiga atau empat jam setelah sahur.
Untuk mengakalinya, beralihlah ke karbohidrat kompleks seperti nasi merah, ubi jalar, jagung, atau oatmeal.
Karbohidrat kompleks memiliki rantai molekul yang lebih panjang dan kaya serat, sehingga tubuh membutuhkan waktu lebih lama untuk memecahnya.
Baca Juga:Menjalani Ramadhan dengan Kursi Kosong di Meja Makan, Saat Ibu Tak Lagi Menyambut Azan MagribDefinisi Sehidup Semaling! Gagal Curi Motor, Pasutri di Majalengka Babak Belur Dihakimi Massa
Proses pelepasan energi yang perlahan dan stabil inilah yang akan menjaga stamina Anda tetap terjaga hingga sore hari.
2. Pastikan Protein Tercukupi
Selain pemilihan karbohidrat, keberadaan protein berkualitas tinggi di piring sahur adalah harga mati yang tidak bisa ditawar.
Protein sering disebut sebagai nutrisi yang paling mengenyangkan karena kemampuannya memengaruhi hormon lapar di dalam otak.
Saat Anda mengonsumsi protein dari telur, dada ayam, ikan, atau protein nabati seperti tempe dan tahu, tubuh akan merasa puas lebih lama dibandingkan hanya makan karbohidrat saja.
Protein juga berperan penting dalam menjaga massa otot agar tidak menyusut selama periode puasa, karena saat tidak ada asupan makanan, tubuh cenderung mencari sumber energi cadangan.
