Strategi Nutrisi Sahur Jawara: Rahasia Makan Pintar Agar Energi Tetap On-Fire Sepanjang Hari

Strategi Nutrisi Sahur Jawara: Rahasia Makan Pintar Agar Energi Tetap On-Fire Sepanjang Hari
Strategi Nutrisi Sahur Jawara: Rahasia Makan Pintar Agar Energi Tetap On-Fire Sepanjang Hari.(IST.CANVA)
0 Komentar

Dengan asupan protein yang cukup, metabolisme tubuh tetap berjalan optimal dan Anda tidak akan merasa “kosong” di bagian perut saat siang hari melanda.

Pastikan pengolahan protein ini tidak didominasi oleh penggorengan dengan minyak berlebih, karena lemak jenuh justru akan memperlambat pengosongan lambung secara tidak sehat dan memicu rasa begah serta kantuk yang hebat setelah sahur.

3. Jangan Lupakan Serat dari Sayur dan Buah

Jangan pernah meremehkan kekuatan serat dari sayuran dan buah-buahan sebagai pendamping menu utama.

Baca Juga:Edukasi Berakhir Intimidasi, Seorang Personel Damkar di Teror Usai Membagikan Video Edukasi Kegunaan HelmPecinta Udang Wajib Tahu! Inilah 10 Olahan Udang Sederhana Cocok Untuk Menu Buka Puasa

Serat bertindak seperti spons di dalam pencernaan, ia menyerap air dan membuat volume makanan di lambung bertahan lebih lama.

Sayuran seperti brokoli, bayam, atau buncis, serta buah-buahan seperti alpukat dan pisang, menyediakan mikronutrisi berupa vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan saraf untuk tetap sinkron dengan otak.

Kurangnya asupan serat dan vitamin saat sahur sering kali menjadi penyebab utama mengapa seseorang merasa sangat mengantuk dan sulit berkonsentrasi meskipun ia sudah makan dalam porsi besar.

Pisang, misalnya, kaya akan potasium yang membantu menjaga keseimbangan elektrolit tubuh, sementara alpukat memberikan lemak sehat yang menjadi cadangan energi jangka panjang yang sangat efisien bagi jantung dan otak.

4. Strategi Hidrasi (Rumus 2-4-2)

Aspek yang tak kalah krusial namun sering disalahpahami adalah manajemen hidrasi. Banyak dari kita melakukan kesalahan dengan meminum air putih sebanyak-banyaknya hanya saat waktu imsak hampir tiba.

Padahal, kapasitas lambung terbatas dan ginjal akan segera membuang kelebihan cairan tersebut dalam bentuk urine jika dikonsumsi secara masif dalam satu waktu singkat.

Strategi hidrasi yang cerdas adalah dengan mencicil asupan cairan sejak waktu berbuka hingga sahur. Sangat disarankan untuk membatasi atau bahkan menghindari minuman berkafein seperti kopi dan teh pekat saat sahur.

Baca Juga:Menjalani Ramadhan dengan Kursi Kosong di Meja Makan, Saat Ibu Tak Lagi Menyambut Azan MagribDefinisi Sehidup Semaling! Gagal Curi Motor, Pasutri di Majalengka Babak Belur Dihakimi Massa

Kafein memiliki sifat diuretik yang merangsang tubuh untuk lebih sering buang air kecil, yang secara tidak langsung mempercepat proses dehidrasi di siang hari.

Sebagai gantinya, pastikan Anda meminum setidaknya dua gelas air putih saat sahur dan mengakhirinya dengan buah-buahan yang mengandung kadar air tinggi seperti semangka atau melon untuk cadangan cairan ekstra.

0 Komentar