Velg Motor Peyok: Lebih Baik Press atau Beli Baru? Cek Perbandingannya!

Velg Motor Peyok: Lebih Baik Press atau Beli Baru? Cek Perbandingannya!
Perbandingan antara memperbaiki velg motor dengan metode press vs membeli velg baru, serta risiko keamanan pada velg racing yang terkena lubang. (Foto:Disway)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Musim hujan sering kali membuat jalanan berlubang tergenang udara, sehingga ban motor rentan terhadap tabrakan lubang tanpa sengaja. Guncangan keras akibat hantaman tersebut memberikan dampak buruk bagi velg, yang lambat laun harus segera diperbaiki agar berkendara tetap nyaman.

Ada dua metode utama untuk mengatasi velg yang rusak: melakukan perbaikan dengan metode press atau membeli unit yang baru. Kira-kira, mana yang lebih ramah di kantong namun tetap menjamin keamanan?

Pertimbangan Biaya

Harga velg baru sangat bervariasi, mulai dari Rp700.000 hingga Rp2 jutaan. Angka yang cukup menguras dompet ini sering kali menjadi pertimbangan besar bagi pemilik kendaraan. Oleh karena itu, banyak pemilik motor lebih memilih jalur perbaikan dengan metode press karena biayanya jauh lebih terjangkau dibandingkan membeli unit baru.

Keamanan: Velg Jari-jari vs Velg Racing

Baca Juga:Apakah Essential Oil Aman untuk Paru-paru? Cek Risiko Kesehatan di Balik Aromanya!Apa Keunikan Olimpiade Musim Dingin 2026? Cek Inovasi dan Cabang Olahraga Barunya!

Dalam hal keamanan, jenis velg sangat menentukan metode perbaikan yang sebaiknya diambil:

  • Velg Jari-jari: Perbaikan relatif aman dilakukan. Teknisinya cukup memerlukan ulang jari-jari atau mengganti ring velg jika diperlukan.
  • Velg Racing (Cast Wheel): Sebenarnya tidak disarankan untuk sering menggunakan metode press.

Jika hanya mengalami peyang atau penyuk ringan, metode press masih tergolong aman, terutama jika dilakukan oleh teknisi profesional menggunakan alat hidrolik tanpa panas berlebih.

Risiko Paparan Panas

Hati-hati jika proses perbaikan melibatkan suhu tinggi. Pada pelek berbahan logam cor, paparan panas ekstrem dapat mengubah tingkat kekerasan logam atau memicu kelelahan logam (kelelahan logam). Dampaknya, struktur material menjadi lemah dan pelek yang sudah dipres tersebut justru akan menjadi lebih mudah peyang kembali di kemudian hari.

0 Komentar