Bentuknya bisa berupa memberi takjil, sedekah subuh, santunan untuk dhuafa, hingga berbagi kebutuhan pokok. Semua itu menjadi cara sederhana untuk menyucikan harta sekaligus menumbuhkan rasa empati.
4. Mensucikan Harta
Melakukan sedekah di bulan Ramadan adalah salah satu amalan utama untuk menyucikan harta dan jiwa. Pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT, sekaligus membersihkan harta dari hak orang lain yang mungkin belum tersalurkan.
Sedekah juga dapat menghapus dosa dan meningkatkan keberkahan rezeki. Bentuknya meliputi zakat, infak, memberi makan orang yang hendak berbuka, menyantuni anak yatim atau kaum dhuafa.
5. Meneladani Sifat Dermawan Rasulullah SAW
Baca Juga:Temani Waktu Menjelang Berbuka: 7 Deretan Film Seru untuk Temani NgabuburitHangat di Meja Makan: Sajian Spesial untuk Buka Bersama di Rumah dengan Penuh Cinta
Meneladani kedermawanan Rasulullah SAW di bulan puasa dapat dilakukan dengan meningkatkan sedekah.
Beliau dikenal sangat dermawan, dan kedermawanannya semakin meningkat saat bulan Ramadan, hingga digambarkan lebih cepat dari angin yang berhembus.
Nabi Muhammad SAW terkenal gemar bersedekah, mendahulukan kepentingan orang lain, memberikan makanan untuk berbuka, serta membantu kaum dhuafa. Sikap ini menjadi teladan bagi umat Islam untuk terus berbagi, terutama di bulan yang penuh rahmat.
Allah SWT berfirman:
مَثَلُ الَّذِیْنَ یُنْفِقُوْنَ اَمْوَالَهُمْ فِیْ سَبِیْلِ اللّٰهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ اَنْۢبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِیْ كُلِّ سُنْۢبُلَةٍ مِّا۟ئَةُ حَبَّةٍ ۗ وَاللّٰهُ یُضٰعِفُ لِمَنْ یَّشَآءُ ۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِیْمٌ
Artinya: “Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir terdapat seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa yang Dia kehendaki. Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 261).
Maka dari itu, bulan Ramadan menjadi momen terbaik untuk lebih peduli, lebih ringan tangan, dan lebih peka terhadap kondisi sekitar. Tidak harus menunggu kaya untuk bersedekah, karena yang dilihat bukan besar kecilnya, melainkan keikhlasan dan konsistensinya.
