Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan yang Sering Dipahami Sebagai Fase Pengampunan

Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan yang Sering Dipahami Sebagai Fase Pengampunan
Keutamaan 10 Hari Kedua Ramadan yang Sering Dipahami Sebagai Fase Pengampunan (istimewa)
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Secara umum, bulan suci Ramadan dibedakan menjadi tiga fase, 10 hari pertama, 10 hari kedua, dan 10 hari ketiga. Setelah melalui fase 10 hari pertama puasa Ramadan yang salah satu keistimewaannya adalah penuh dengan rahmat, kita akan memasuki fase 10 hari kedua puasa Ramadan yang juga memiliki berbagai keistimewaan.

10 hari kedua puasa Ramadan merupakan fase ampunan. Sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi dalam Syuabul Iman, dan diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dalam Sahih ibn Khuzaimah:

شَهْرُ رَمَضَانَ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Artinya: “Awal bulan Ramadan adalah rahmat, pertengahannya adalah ampunan, sedangkan akhirnya adalah terbebas dari neraka.”

Baca Juga:Keutamaan Shalat Tarawih: Cahaya Ibadah di Malam Penuh BerkahTradisi Unik Ramadhan di Indonesia: Warisan Budaya yang Sarat Makna

Dalam fase ini, umat Islam dianjurkan untuk semakin meningkatkan kualitas ibadahnya dan memperbanyak istighfar. Momen ini enjadi kesempatan emas untuk memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah berlalu, baik yang dilakukan secara sadar diri maupun tidak.

Lalu, apa saja keutamaan 10 hari kedua puasa Ramadan?

1. Pahala Dilipatgandakan

Keutamaan yang pertama adalah ganjaran dari setiap kebaikan yang dilakukan akan dilipatgandakan. Hal ini disebutkan juga di dalam Al-Qur’an, di surat Al-Baqarah ayat 183:

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ كُتِبَ عَلَيْكُمُ ٱلصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan kepada kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa” (Q.S Al-Baqarah:183).

Disebutkan bahwa setiap umat Islam diwajibkan untuk berpuasa di bulan Ramadan karena dengan berpuasa, sama artinya dengan berikhtiar untuk menjadi seorang hamba yang bertakwa.

2. Sebagai Wujud Istiqomah

Setiap memasuki awal bulan Ramadan, perasaan yang sering muncul pertama adalah euphoria dan semangat untuk menjalankan ibadah puasa Ramadan. Namun saat mulai memasuki 10 hari kedua puasa, tak banyak yang mulai merasa lemas dan tidak bersemangat. Secara tak sadar, mungkin intensitas ibadah yang dilakukan sudah mulai berkurang, misalnya sholat tarawih jadi berkurang karena sibuk dengan urusan duniawi, entah itu perihal pekerjaan atau acara bukber.

Padahal, keutamaan istiqamah dalam beribadah di bulan Ramadan memiliki pahala luar biasa. Saat umat Islam mampu menjalankan ibadah sunnah Ramadan di tengan kesibukan, artinya seorang hamba telah menunjukkan ikhtiar meraih berkah dan pahala dari Allah SWT.

0 Komentar