JATINANGOR EKSPRES – Arbutin merupakan bahan skincare yang berfungsi mencerahkan kulit secara aman tanpa iritasi. Berasal dari ekstrak bearberry atau dibuat sintetis, arbutin bekerja sebagai tyrosinase inhibitor yang memblokir produksi melanin berlebih pada kulit. Arbutin bermanfaat mengurangi flek hitam, PIH bekas jerawat, melasma, meratakan warna kulit kusam, melawan radikal bebas UV, dan mencegah penuaan dini. Arbutin aman untuk sensitif, acne-prone, bahkan ibu hamil dengan konsentrasi tidak lebih dari 2%.
Perbedaan Alpha-Arbutin dengan Beta-Arbutin
Mengutip laman CliqueClinic, Alpha-Arbutin memiliki kandungan lebih stabil dan menyerap pada kulit 2x lipat daripada beta-arbutin dengan minim iritasi dan lebih tahan lama. Sedangkan Beta-Arbutin merupakan bahan alami yang berasa dari tanaman, sehingga lebih ramah lingkungan.
Cara Pakai Maksimal
Utnuk rutinitas pagi, gunakan cleanser, toner arbutin, serum, lalu ditutup dengan sunscreen. Ketika malam, lakukan double cleanse, serum arbutin, dan moisturizer. Untuk pemula, gunakan skincare dengan arbutin 3x seminggu pada malam hari, lalu pakai sehari-hari setelah 2 minggu. Jika kulit sudah mulai terbiasa, arbutin bisa dipakai baik pagi maupun malam. Kombinasikan arbutin dengan niacinamide/vitamin C di pagi hari, dan retinol/hyaluronic acid di malam hari.
Baca Juga:Tetap Styish dan Tidak Membosankan, Terapkan Color Theory Untuk Upgrade Fashion-muDiet Maksimal Dengan Mengonsumsi Teh Rosella
Mitos dan Fakta Penggunaan Arbutin
- Mitos: Arbutin mengandung hydroquinone yang membahayakan kulit jika digunakan jangka panjang.
Fakta: Arbutin merupakan turunan lembut hydroquinone yang lepas gradual (slow-release), aman legal semua negara.
- Mitos: Arbutin hanya cocok dugunakan di kulit putih/cerah
Fakta: Arbutin efektif semua jenis kulit tanpa memandang shade. Arbutin menargetkan melanin spesifik seperti PIH/jerawat, bukan bleaching total.
- Mitos: Arbutin membuat kulit sensitif ketika terkena sinar matahari.
Fakta: Arbutin tidak fotosensitif retinol/AHA. Justru arbutin memiliki antioksidan untuk melindungi kulit dari paparan sinar UV. Meskipun begitu, sunscreen tetap wajib karena semua skincare pencerah bersifat sensitif terkena sinar.
- Mitos: Arbutin dengan konsentrasi tinggi (>5%) baru dapat bekerja pada kulit.
Fakta: Konsentrasi 2% alpha-arbutin sudah optimal bagi kulit. Lebih tinggi konsentrasi arbutin justru malah membuat iritasi.
- Mitos: Hasil pemakaian arbutin hanya sementara, jika dihentikan kulit akan kembali gelap.
