JATINANGOR EKSPRES – Iktikaf merupakan kegiatan spiritual yang mengharuskan kita berdiam diri di masjid dan melaksanakan amalan-amalan yang membuat kita lebih dekat dengan Allah SWT. Iktikaf biasanya dilaksanakan di malam hari; pada bulan Ramadan umat Islam menghidupi malam-malam bulan Ramadan dengan khusyuk di masjid-masjid.
10 hari terakhir bulan Ramadan sekaligus malam Lailatul Qadar menjadi waktu yang bagus untuk beriktikaf. Lailatul Qadar yang tak kita ketahui waktunya mengharuskan kita untuk senantiasa terjaga pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadan.
Syarat Sah Iktikaf
- Seseorang yang melakukan iktikaf harus seorang Muslim.
- Harus dalam keadaan berakal sehat yang berarti mampu membedakan mana yang baik dan mana yang buruk.
- Suci dari hadas kecil dan besar seperti junub, haid, dan nifas.
- Niat.
Panduan Melaksanakan Iktikaf
Menentukan Waktu dan Masjid
Baca Juga:Kultum Pendek Fadhilah Tarawih Malam ke-23 : Membangun Istana di SurgaPrediksi Skor LaLiga: Espanyol vs Real Oviedo
Iktikaf di masjid baiknya dilaksanakan pada malam hari, apalagi saat 10 hari terakhir bulan Ramadan sekaligus mencari malam Lailatul Qadar—sebuah malam yang lebih baik dari 1.000 bulan. Carilah masjid yang bisa membuat kita nyaman dalam mendekatkan diri kepada Allah.
Niat
Iktikaf Niat iktikaf dilakukan di dalam hati saat memasuki masjid. Lafaz niat yang umum digunakan adalah:
نَوَيْتُ أَنْ أَعْتَكِفَ فِي هَذَا الْمَسْجِدِ للهِ تَعَالَى.
Artinya: “Aku berniat iktikaf di masjid ini karena Allah Ta’ala.”
Amalan-amalan Iktikaf
Tarawih, tahajud, zikir, dan selawat merupakan contoh kecil dari melaksanakan amalan yang bisa mendekatkan diri kita kepada Allah. Hakikat dari melaksanakan iktikaf memang bertujuan untuk menyibukkan diri dengan amalan-amalan yang layak dilakukan di dalamnya, menjauhkan diri dari berbagai kegiatan rutin duniawi.
