JATINANGOR EKPRES – Coretan di tembok-tembok jalanan di wilayah Sumedang kembali menjadi sorotan warga.
Aksi mencorat-coret menggunakan pilox yang diduga dilakukan oleh anak-anak muda dinilai merusak keindahan lingkungan dan membuat pemandangan menjadi kurang sedap dipandang.
Coretan tersebut beragam, mulai dari tulisan yang tidak jelas hingga gambar yang dianggap kurang pantas.
Baca Juga:Polisi Berlakukan One Way dan Contraflow di Tol Utama Mulai 17 Maret untuk Antisipasi Arus Mudik Lebaran 2026Kasus Truk Kabur di Dwipapuri, Polisi Siap Bertindak Lebih Keras
Beberapa di antaranya terlihat pada tembok pagar milik warga di pinggir jalan dengan berbagai warna cat semprot.
Salah seorang warga Burujul, Ilham, menilai tindakan tersebut seharusnya ditegur agar tidak terus terjadi. Menurutnya, aksi mencorat-coret tembok tanpa tujuan jelas hanya akan merusak fasilitas yang ada.
“Ya ditegur saja supaya tidak terjadi lagi. Coret-coret tembok seperti itu kan merusak,” ujarnya saat ditemui, Senin (16/3/2026).
Ilham menduga pelaku coretan tersebut sebagian besar merupakan anak-anak muda. Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa sebagian dari mereka melakukannya atas suruhan pihak tertentu, misalnya untuk promosi atau kepentingan lain.
“Biasanya yang menulis itu anak-anak muda. Bisa saja ada yang disuruh. Kalau memang untuk promosi dan dilakukan dengan izin, mungkin berbeda,” katanya.
Meski merasa terganggu dengan keberadaan coretan tersebut, Ilham mengaku belum pernah memergoki langsung pelaku yang melakukan aksi tersebut. Ia juga mengaku berhati-hati jika ingin menghapus coretan tersebut.
Menurutnya, ada kekhawatiran jika tindakan menghapus coretan justru menimbulkan masalah baru apabila pihak yang membuatnya tidak terima.
Baca Juga:H-4 Lebaran, Arus Kendaraan dari Cileunyi Menuju Nagreg Meningkat 20 PersenResep Opor Ayam Kuah Putih untuk Lebaran : Rasanya Bikin Gagal Move On!
“Takutnya nanti malah jadi masalah. Misalnya kita yang menghapus, lalu ada yang merasa tidak senang,” ujarnya.
Secara pribadi, Ilham berharap agar kreativitas anak muda dapat disalurkan ke arah yang lebih positif. Ia menyarankan agar kegiatan seni seperti menggambar atau membuat mural dilakukan di tempat yang memang diperbolehkan.
“Kalau memang mau membuat gambar atau tulisan, lebih baik dibuat yang bagus dan untuk hal yang positif, misalnya mural atau promosi yang jelas,” katanya.
Fenomena coretan tembok di ruang publik sendiri kerap menimbulkan keluhan dari masyarakat. Selain merusak estetika lingkungan, tindakan tersebut juga dapat menimbulkan kesan kumuh di kawasan permukiman.
