JATINANGOR EKSPRES – Media sosial menjadi kehidupan kedua setelah kehidupan di dunia nyata. Banyak sekali orang yang merasa pintar khususnya di media sosial, padahal pada kenyataannya mereka tidak tahu lebih banyak dari kita. Bahkan, kita sering kali menemukan beberapa publik figur yang merasa pintar tapi bodoh karena tertutup oleh popularitas.
Kenapa sih ada orang seperti itu dan apa yang ada di dalam pikirannya? Yuk, mari kita bahas.
Terkena Tipu Otak Metakognisi yaitu kemampuan untuk berpikir tentang pemikiran sendiri (thinking about thinking), yang mencakup kesadaran, pemantauan, dan pengaturan proses kognitif saat belajar atau memecahkan masalah. Pada sebuah penelitian yang dilakukan oleh David Dunning dan Justin Kruger, mereka menemukan hasil penelitian bernama efek Dunning-Kruger, yaitu ketika seseorang merasa lebih pintar padahal kemampuannya di bawah rata-rata. Ini merupakan bias kognitif.
Baca Juga:Rahasia Kaya Raya! Intip Seni Menabung Receh ala Orang Tionghoa yang Bisa Kamu Tiru!Siap-Siap Cuan! Cek Jadwal Lengkap Pembagian Dividen Tunai BBCA Maret-April 2026 di Sini!
Efek Dunning-Kruger terjadi karena ketidakmampuan kognitif, sehingga kurangnya keahlian menjadikan seseorang tidak mengenali ketidakmampuan yang berada pada diri mereka sendiri. Bahkan Charles Darwin mengatakan, “Ketidaktahuan sering kali menciptakan kepercayaan diri daripada pengetahuan.”
Studi dari Ola Svenson tahun 1981 mengatakan 93 persen orang Amerika merasa dirinya bisa menyetir mobil di atas rata-rata, yang pada kenyataannya mereka biasa-biasa saja. Percaya diri yang berlebihan bukan bawaan dari lahir, ini merupakan efek atau pengaruh dari lingkungan, budaya, dan cara bagaimana kita dibesarkan.
Lalu Kenapa Ada Orang yang Merasa Bodoh Padahal Pintar?
Impostor Syndrome (Sindrom Penipu) Ini merupakan kondisi psikologis di mana seseorang merasa tidak pantas meraih kesuksesan atau pencapaiannya sendiri, meskipun ada bukti nyata akan kemampuan mereka. Pengidapnya sering merasa diri mereka penipu, takut jati dirinya terungkap, dan menganggap keberhasilan hanyalah kebetulan atau keberuntungan.
Socrates, seorang filsuf dari Yunani, dijuluki orang paling bijaksana oleh banyak orang padahal pada dasarnya Socrates merasa dirinya bodoh. Banyak orang yang merasa bodoh padahal sebenarnya pintar, karena ia sudah cukup dalam belajar pada bidang tersebut.
Waspada Zaman Sekarang
Media sosial menjadi kehidupan kedua. Ketika seseorang merasa pintar kemudian di-post atau upload di media sosial, ia akan viral. Tidak hanya lingkungannya saja yang tahu kebodohannya, akan tetapi seluruh dunia akan tahu bahwasanya orang tersebut bodoh. Maka dari itu, bijaklah dalam berpendapat dan bijak dalam menggunakan media sosial.
