JATINANGOR EKSPRES, Cicalengka — Di tengah padatnya arus mudik Lebaran yang melintasi jalur Bypass Cicalengka, kehadiran Masjid Darussalam menjadi lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid ini menjelma sebagai titik persinggahan yang menghadirkan kenyamanan, kehangatan, dan kepedulian bagi para pemudik yang menempuh perjalanan jauh menuju kampung halaman.
Sejak awal masa mudik, Posko Mudik Masjid Darussalam dipadati para musafir yang membutuhkan tempat beristirahat. Wajah-wajah lelah yang datang perlahan berubah menjadi lega setelah mereka merasakan suasana sejuk dan pelayanan tulus dari para relawan. Tak sedikit pemudik yang memanfaatkan waktu singgah untuk memulihkan tenaga sebelum melanjutkan perjalanan.
Penanggung jawab masjid, Kang Luthpi, mengatakan bahwa posko mudik ini memang dihadirkan sebagai bentuk kepedulian terhadap para pengguna jalan.
Baca Juga:Arus Balik H+4 Lebaran di Cimanggung Ramai Lancar, Didominasi Kendaraan Roda DuaTak Hanya Bahagia, Inilah 5 Realita Kehidupan yang Muncul Setelah Hari Lebaran Berlalu
“Kami berupaya semaksimal mungkin memberikan kenyamanan bagi para pemudik, mulai dari tempat istirahat, air bersih, hingga rasa aman selama mereka singgah,” ujarnya.
Fasilitas yang tersedia pun cukup memadai. Area masjid yang bersih, tempat ibadah yang nyaman, serta fasilitas MCK menjadi penunjang utama. Tak hanya itu, keamanan juga diperhatikan dengan adanya CCTV dan penjaga yang siaga, sehingga pemudik tidak khawatir meninggalkan barang bawaan mereka.
Salah satu musafir, Ari, mengaku terkesan saat singgah di Masjid Darussalam. Ia bahkan sempat merasakan suasana kebersamaan dengan warga sekitar.
“Saya ikut bertakbir bersama, suasananya hangat sekali. Tempatnya bersih dan nyaman, jadi bisa istirahat sekaligus ibadah dengan tenang,” tuturnya.
Selain itu, seluruh layanan diberikan tanpa dipungut biaya. Para pemudik dapat menikmati air bersih dan area parkir secara gratis. Di sekitar masjid juga terdapat warung kecil yang membantu memenuhi kebutuhan makan dan minum, sehingga semakin memudahkan para musafir dalam perjalanan.
Beberapa pemudik bahkan memilih untuk menginap karena kelelahan. Mereka memanfaatkan area masjid untuk beristirahat bersama keluarga, makan, hingga mengatasi kendala perjalanan seperti kendaraan mogok.
Situasi ini menunjukkan bahwa Masjid Darussalam bukan hanya tempat singgah, tetapi juga ruang berbagi dan saling membantu.
Baca Juga:Langkah Sederhana Mengembalikan Keseimbangan Metabolisme Pasca Konsumsi Makanan BersantanKebakaran Rumah di Tanjungsari Sumedang, Diduga Akibat Kebocoran Gas, Kerugian Capai Rp20 Juta
Menariknya, interaksi yang terjalin di lokasi ini tak jarang menghadirkan cerita baru. Ada pemudik yang berbagi kisah perjalanan, hingga ada pula yang mendapatkan pekerjaan sementara membantu pengelolaan parkir selama arus mudik berlangsung.
