JATINANGOR EKSPRES – Setelah momen Lebaran yang penuh kehangatan, kebersamaan, dan keseruan, banyak orang justru ngerasa ada yang berubah begitu semuanya selesai.
Rumah yang tadinya ramai jadi sepi, aktivitas yang tadinya santai berubah jadi padat lagi, dan suasana hati pun ikut turun.
Perasaan kosong, capek, atau bahkan sedikit sedih ini sering disebut sebagai holiday blues, kondisi yang cukup umum terjadi setelah libur panjang seperti Lebaran.
Penyebab Holiday Blues setelah Lebaran
Baca Juga:Sukses Puasa Syawal Tanpa Lemas, Cara Pintar Kembali Beribadah Setelah Puas Berpesta PoraElastisitas Waktu dan Lima Kilometer Rasa Galaksi, Panduan Waras Arus Balik 2026
Holiday blues biasanya muncul karena perubahan suasana yang cukup drastis. Dari yang awalnya penuh kebahagiaan, kumpul keluarga, dan bebas dari rutinitas, tiba-tiba harus kembali ke aktivitas harian seperti sekolah atau kerja.
Perubahan ini bikin pikiran butuh waktu buat beradaptasi. Selain itu, kelelahan fisik selama Lebaran juga punya pengaruh besar. Aktivitas seperti mudik, begadang, menerima tamu, sampai perjalanan jauh bisa bikin tubuh jadi drop.
Faktor lain yang sering jadi pemicu adalah kondisi finansial. Setelah banyak pengeluaran untuk kebutuhan Lebaran, mulai dari belanja, THR, sampai biaya perjalanan, sebagian orang jadi kepikiran soal keuangan.
Hal ini bisa menambah tekanan mental tanpa disadari. Ditambah lagi, ada rasa kehilangan momen, karena kebersamaan yang hangat itu nggak berlangsung lama, sehingga meninggalkan rasa rindu atau hampa setelahnya.
Ciri-Ciri Holiday Blues
Ciri-ciri holiday blues bisa berbeda-beda di tiap orang, tapi umumnya terasa dari perubahan mood dan semangat.
Banyak yang ngerasa malas untuk kembali ke rutinitas, sulit fokus saat belajar atau bekerja, dan gampang merasa lelah meskipun aktivitas belum terlalu berat. Selain itu, suasana hati juga jadi lebih sensitif, gampang bad mood, atau cepat merasa bosan.
Beberapa orang juga mengalami penurunan motivasi, merasa kurang bersemangat menjalani hari, bahkan cenderung menunda-nunda pekerjaan.
Baca Juga:Pahlawan dalam Kesenyapan Aroma, Nasib Petugas Kebersihan di Sela Debu Arus BalikPelayaran Menuju Harapan, Saat Terminal Menjadi Altar Perpisahan Dingin
Ada juga yang ngerasa pikirannya masih “tertinggal” di suasana liburan, sehingga susah untuk benar-benar kembali ke kehidupan normal. Dalam kondisi tertentu, holiday blues bisa bikin seseorang jadi lebih banyak overthinking atau merasa cemas tanpa alasan yang jelas.
Cara Mengatasi Holiday Blues
