Proyek TPSA Cijeruk Mandek, Akses Jalan dan Penolakan Warga Jadi Kendala Utama

Proyek TPSA Cijeruk Mandek, Akses Jalan dan Penolakan Warga Jadi Kendala Utama
Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPSA) Cijeruk di Kecamatan Pamulihan Sumedang. (net)
0 Komentar

JATINANGOR EKPES, PAMULIHAN – Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir (TPSA) Cijeruk di Kecamatan Pamulihan Sumedang diproyeksikan menjadi pusat pengelolaan sampah untuk wilayah barat Kabupaten Sumedang.

Sejumlah kecamatan seperti Jatinangor, Tanjungsari, Sukasari, Rancakalong, Pamulihan hingga Cimanggung akan bergantung pada fasilitas ini untuk penanganan sampah terpadu.

Meski sempat ditargetkan mulai beroperasi pada 2023, hingga kini TPSA Cijeruk belum berjalan.

Baca Juga:Kiprah LSM di Tengah MasyarakatDoa Sebelum Tidur Beserta Sunnah yang Diajarkan Rasulullah SAW

Proses pengoperasian mengalami penundaan akibat berbagai kendala, terutama penolakan dari sebagian warga yang mengkhawatirkan dampak lingkungan serta persoalan akses jalan menuju lokasi.

Pemerintah daerah sebenarnya telah menyiapkan sejumlah langkah, termasuk rencana pelatihan pengelolaan sampah bagi masyarakat sekitar.

TPSA ini diharapkan mampu mengurangi beban TPSA Cibeureum sekaligus meningkatkan pengelolaan sampah di wilayah barat Sumedang.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Sumedang, Maman Wasman, menyebutkan bahwa secara konsep, TPSA Cijeruk mengusung sistem sanitary landfill yang dinilai lebih aman dan ramah lingkungan.

“Pola sanitary landfill ini memungkinkan sampah diolah lebih baik, termasuk pengelolaan air lindi agar tidak mencemari lingkungan,” ujarnya.

Menurut Maman, sistem tersebut telah teruji dan aman sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap dampak negatif.

Ia menegaskan, keberadaan TPSA justru menjadi solusi atas persoalan sampah yang tidak bisa dihindari dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga:Apa Arti Backstreet Dalam Hubungan dan Dampaknya?Resep Sayur Lodeh Sunda : Segar, Gurih, dan Bikin Nagih!

“Dimanapun pasti ada sampah. Tidak mungkin manusia tidak menghasilkan sampah, kecuali semua dikelola sendiri tanpa dibuang keluar lingkunganya,” tambahnya.

Saat ini, salah satu kendala utama adalah penolakan warga terhadap jalur yang dilalui kendaraan pengangkut sampah.

Menyikapi hal itu, pemerintah tengah menyiapkan akses jalan baru agar tidak melewati jalur yang dipermasalahkan masyarakat.

“Secara teknis pembangunan jalan menuju TPSA Cijeruk sedang disiapkan oleh Dinas Pekerjaan Umum,” jelasnya.

Ke depan, TPSA Cijeruk tidak hanya berfungsi sebagai tempat pembuangan akhir, tetapi juga sebagai pusat pengolahan sampah yang bernilai ekonomi. Sampah yang masuk direncanakan akan diolah menjadi produk bermanfaat, seperti maggot dan lainnya.

Pembangunan dan optimalisasi TPSA ini ditargetkan rampung pada 2027 hingga 2028.

0 Komentar