Bahaya Kesepian! Setara Merokok Satu Bungkus Sehari dan Bisa Turunkan Self-Esteem

Bahaya Kesepian! Setara Merokok Satu Bungkus Sehari dan Bisa Turunkan Self-Esteem
Bahaya Kesepian! Setara Merokok Satu Bungkus Sehari dan Bisa Turunkan Self-Esteem
0 Komentar

JATINANGOR EKSPRES – Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan orang lain untuk menjalani hidup. Manusia akan merasa lebih hidup ketika bersama orang lain, khususnya kekasih atau pasangan, karena kekasih hakikatnya adalah orang lain yang menjalani hubungan dengan kita.

Seiring bertambahnya usia, manusia mengalami fase teman atau kerabat menjauh atau menghilang. Setiap orang memiliki kesibukan masing-masing, jadi berpikir orang lain menjauh adalah hal yang salah. Bisa jadi mereka memiliki pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan, bahkan dituntut untuk pergi dari rumah menjalani kehidupan masa sekarang.

Meskipun manusia disebut makhluk sosial yang akan hidup saat bersama orang lain dan selalu hidup dalam keramaian, manusia juga sering mengalami rasa kesepian. Rasa kesepian adalah perasaan subjektif hampa, terasing, atau tidak diinginkan akibat kurangnya koneksi sosial atau emosional yang memadai, meski berada di tengah keramaian.

Efek Bahaya dari Kesepian

Baca Juga:Pentingnya Berpikir Kritis di Era Informasi Untuk Bekal Menghadapi Tantangan Masa DepanJangan Mudah Percaya! Gunakan "Sudut Pandang Bundar" Agar Terhindar dari Hoaks dan Manipulasi Internet

Saat manusia mengalami rasa kesepian, mereka sering kali menyalahkan diri sendiri karena tidak bisa bergaul dengan orang lain. Menyalahkan diri sendiri adalah hal yang tidak boleh dilakukan karena ini akan mengurangi self-esteem.

Self-esteem adalah pandangan, penilaian, dan perasaan subjektif seseorang terhadap nilai, kualitas, serta martabat dirinya sendiri. Ini mencakup seberapa besar seseorang mencintai, menghargai, dan menerima dirinya apa adanya.

Self-esteem yang berkurang akan meninggalkan bekas yang sangat berdampak, seperti kepercayaan diri yang menurun dan tingkat semangat yang merosot. Hal ini menandakan kita mengalami stres berat yang akan meningkatkan produksi kortisol dalam tubuh.

Kortisol adalah hormon steroid (glukokortikoid) yang diproduksi oleh kelenjar adrenal dan dilepaskan saat stres, sehingga sering disebut hormon stres. Beberapa riset mengatakan orang yang mengalami kesepian akan meningkatkan risiko kematian. Dampak orang kesepian disetarakan dengan orang yang merokok satu bungkus sehari, dua kali lipat lebih berat dari orang yang mengalami obesitas, dan jauh lebih tinggi risikonya dibanding yang tidak pernah olahraga sama sekali.

Pada akhirnya, kesepian adalah sinyal dari jiwa bahwa kita membutuhkan koneksi, namun jangan biarkan sinyal itu berubah menjadi senjata untuk menyakiti diri sendiri. Di tengah dunia yang semakin sibuk, penting bagi kita untuk mulai membangun hubungan yang sehat, baik dengan orang lain maupun dengan diri kita sendiri. Jangan ragu untuk menyapa teman lama atau sekadar berjalan kaki di ruang publik Jatinangor untuk merasakan kehadiran manusia lain. Ingatlah, merasa sepi adalah hal manusiawi, namun menjaga api semangat dan harga diri adalah kunci agar kita tidak tenggelam dalam kehampaan tersebut.

0 Komentar