JATINANGOR EKSPRES – Rasa malas seperti rebahan, scrolling media sosial, dan tidur berlebihan menjadi tantangan tersendiri bagi anak muda di zaman sekarang, khususnya kita. Sebenarnya, apa yang membuat kita menjadi malas dalam beraktivitas? Padahal, banyak sekali dampak buruk jika kita terus menuruti rasa malas tersebut.
Efek domino yang disebabkan oleh rasa malas tentu akan terasa di kemudian hari. Misalnya, pekerjaan yang menumpuk akan membuat kita keteteran, sehingga kita harus menggantinya dengan pulang kantor lebih lama dari biasanya.
Namun, rasa malas bisa dihadapi. Banyak cara untuk mengalahkannya, seperti yang diajarkan oleh kaisar Roma, Marcus Aurelius. Ia merupakan salah satu tokoh paling berpengaruh dalam sejarah Romawi kuno yang dikenal sebagai kaisar sekaligus filsuf Stoik. Ia memerintah Kekaisaran Romawi dari tahun 161 hingga 180 M dan dianggap sebagai yang terakhir dari Lima Kaisar Baik.
Berikut beberapa tips mengalahkan rasa malas ala Marcus Aurelius:
1. Bangun dan Tentukan Tujuan
Baca Juga:3 Cara Membuat Jadwal Harian Efektif dan Skala Prioritas Bagi PemulaMengenal Teknik Feynman dan Cara Belajar Efektif Agar Materi Menempel Permanen di Otak
Bangun dari tidur memang terasa sulit karena kita terlanjur nyaman dengan kondisi kasur. Saat mengalami rasa malas, Marcus Aurelius menyarankan untuk introspeksi dan bertanya kepada diri sendiri: apakah kita hidup hanya untuk mengikuti rasa malas dan tidak memiliki tanggung jawab?
Setiap makhluk hidup pada dasarnya memiliki tanggung jawab masing-masing. Bahkan hewan yang berkeliaran pun sedang mengerjakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai makhluk hidup.
2. Bantu Orang Lain
Hakikatnya, manusia yang baik adalah manusia yang bisa bermanfaat bagi orang lain. Menjadi sosok yang bermanfaat tentu akan menjadikan kita pribadi yang memiliki motivasi hidup tinggi. Ada banyak hal bermakna yang bisa kita lakukan dibandingkan sekadar mengikuti rasa malas yang tidak produktif.
Pada akhirnya, rasa malas hanyalah hambatan sementara yang mencoba mengaburkan potensi besar dalam diri kita. Seperti yang diajarkan oleh Marcus Aurelius, kedisiplinan dan rasa tanggung jawab adalah kunci untuk merdeka dari belenggu rebahan. Mari berhenti bertanya “mengapa aku malas?” dan mulailah bertanya “apa hal baik yang bisa aku lakukan hari ini?”. Ingatlah, setiap detik yang kita gunakan untuk bergerak maju adalah investasi bagi masa depan yang lebih cerah dan bermakna.
