JATINANGOR EKSPRES – Setiap tempat adalah sekolah. Di mana pun kita tinggal, selagi ada pengetahuan dan pembelajaran yang bisa diambil, itu adalah sekolah. Belajar untuk menjadi seseorang yang merdeka adalah keharusan bagi kita semua, akan tetapi apakah kita sudah belajar dengan benar?.
Pada sistem pendidikan di Indonesia, banyak sekali siswa yang belajar dengan metode SKS (Sistem Kebut Semalam) saat menjelang ujian. Dengan metode seperti itu, ilmu hanya dipelajari, dipahami sebentar, lalu dilupakan. Metode pembelajaran yang buruk tidak akan membuat kita lebih pintar dan paham.
Menurut Deborah Phillips, peneliti asal Amerika Serikat, Illusion of Competence adalah bias kognitif di mana seseorang merasa telah memahami atau menguasai suatu materi/keterampilan lebih baik daripada kenyataannya. Fenomena ini terjadi karena otak keliru menganggap keakraban dengan materi sebagai pemahaman mendalam, yang sering menyebabkan hasil buruk dalam ujian atau kinerja kerja.
Baca Juga:Bukan Sekadar Angka, Inilah 3 Konsep Pendidikan Ki Hadjar Dewantara yang Sering TerlupakanTujuan Hidup Berubah? Tetap Tenang! Ini 2 Cara Menghadapinya Tanpa Perlu Stres Berlebihan
Pada kenyataannya, banyak sekali dari kita saat belajar atau sekolah merasa bahwa ilmu yang dipelajari sudah “menempel” di otak, padahal tidak. Itu hanya sekadar ilusi, sehingga hasil dalam ujian tidak memuaskan bagi diri kita sendiri.
Berikut beberapa tips belajar yang bisa kamu gunakan agar benar-benar paham dalam mempelajari sesuatu:
Teknik Feynman
Pencipta Teknik Feynman adalah Richard Feynman (1918–1988), seorang fisikawan teoretis terkemuka asal Amerika Serikat yang memenangkan Hadiah Nobel Fisika pada tahun 1965. Teknik ini didasarkan pada metodenya untuk memahami konsep rumit dengan cara menyederhanakannya dan mengajarkannya kembali seolah-olah kepada pemula.
Dengan Teknik Feynman, kita berusaha untuk memahami betul pelajaran yang akan disampaikan. Saat mengajarkan sesuatu kepada orang lain dan kita keliru, pada dasarnya manusia akan merasa malu. Untuk menutupi rasa malu tersebut, kita akan terdorong memahami ilmu lebih dalam sebelum mengajarkannya kembali.
Langkah-langkah Teknik Feynman:
1. Tentukan hal yang ingin dipahami
Menentukan topik yang ingin dipelajari menjadikan kita fokus pada satu hal. Dengan begitu, perhatian kita tidak akan terpengaruh oleh hal lain yang dapat mengganggu konsentrasi.
2. Tulis ulang materi
