JATINANGOR EKSPRES – Pihak sekolah dan penyedia program Makanan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Cimanggung membantah pemberitaan berjudul “Ribuan Porsi MBG Terbuang di Cimanggung, Dugaan Bau Tak Sedap Picu Sorotan Kualitas dan Pengawasan”.
Wakil Kepala Sekolah SMPN 1 Cimanggung, Cucu, menegaskan bahwa makanan yang didistribusikan kepada siswa dalam kondisi layak konsumsi dan telah melalui prosedur pengawasan ketat.
Menurutnya, sejak awal pelaksanaan program, pihak sekolah meningkatkan kewaspadaan, terutama setelah maraknya pemberitaan kasus keracunan di sejumlah daerah. Kekhawatiran juga sempat muncul dari orang tua siswa.
Baca Juga:Daya Tarik Lalagoon Waterpark, Wisata Air Baru di Jatinangor yang Ramai PengunjungWarga Jatinangor Nyaris jadi Korban Begal di Bawah Tol Dekat Tugu Selamat Datang Sumedang
“Kami mengemban amanah dari orang tua. Di awal memang banyak yang menolak, tapi setelah berjalan tidak ada masalah,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
Ia menjelaskan, sekolah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) sebelum makanan dibagikan. Setiap paket yang datang diperiksa secara langsung.
“Setiap makanan kami buka, kami cek, bahkan kami rasakan. Kalau tidak layak, tidak akan kami distribusikan ke siswa,” tegasnya.
Cucu mengaku terkejut dengan pemberitaan yang menyebut makanan berbau dan tidak layak. Ia memastikan informasi tersebut tidak sesuai fakta di lapangan.
“Kami sudah menjalankan SOP. Jadi kalau disebut berbau dan tidak layak, itu tidak benar,” katanya.
Sekolah juga melakukan dokumentasi serta pelaporan kepada penyedia, yakni SPPG, termasuk bukti aktivitas siswa saat mengonsumsi makanan.
Terkait adanya sisa makanan, ia menyebut hal tersebut wajar karena perbedaan selera siswa. Menu telur yang disajikan saat itu, misalnya, tidak seluruhnya diminati, meski tetap diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi.
“Dari 1.052 siswa tentu seleranya berbeda-beda,” ujarnya.
Baca Juga:Diskop UKMPP Sumedang Alokasikan Rp97 Juta untuk Pengadaan Karcis Retribusi, Peserta Tunggal jadi SorotanKantor Kesbangpol Sumedang Digeledah Kejari, Tim Pidsus Sita Sejumlah Dokumen
Sisa Tidak Signifikan, Bukan Ribuan Porsi
Sementara itu, guru SMPN 1 Cimanggung, Wendi, menyebut jumlah makanan yang tidak dikonsumsi siswa tidak sebesar yang diberitakan.
“Kalau ada yang tidak makan pasti ada, tapi tidak sampai ribuan. Paling tidak lebih dari sekitar 100 porsi,” katanya.
Ia juga meluruskan informasi terkait pemanfaatan sisa makanan. Menurutnya, secara prosedur program MBG tidak mengatur penggunaan untuk pakan ternak. Namun, sisa makanan dimanfaatkan oleh pihak sekolah agar tidak terbuang percuma.
