SMPN 1 Cimanggung Bantah Menu MBG Tak Layak, SPPG Tegaskan SOP Dijalankan Ketat

menu MBG SMPN 1 Cimanggung
Menu MBG di SMPN 1 Cimanggung pada Sabtu (4/4/2026).(Tangkapan Layar Video)
0 Komentar

“Sisa makanan dimanfaatkan untuk ternak seperti ayam, entog, atau domba. Itu inisiatif agar tidak mubazir, bukan bagian dari program MBG,” jelasnya.

Terkait tumpukan wadah makanan (ompreng) yang sempat menjadi sorotan, Wendi menyebut hal itu merupakan wadah kosong bekas konsumsi siswa yang sedang menunggu pengangkutan.

“Jadi bukan berarti tidak dimakan, tapi itu ompreng kosong yang siap diangkut,” ujarnya.

Baca Juga:Daya Tarik Lalagoon Waterpark, Wisata Air Baru di Jatinangor yang Ramai PengunjungWarga Jatinangor Nyaris jadi Korban Begal di Bawah Tol Dekat Tugu Selamat Datang Sumedang

Ia juga menambahkan, kehadiran Anggota DPRD Sonia Sugian di lokasi saat itu merupakan kapasitas sebagai orang tua siswa, bukan dalam rangka inspeksi.

SPPG: Produksi dan Distribusi Sesuai SOP

Mitra SPPG Sindanggalih 1, Dian, memastikan proses penyediaan makanan telah mengikuti SOP secara ketat, mulai dari bahan baku hingga distribusi.

“Kami menjalankan SOP dari pemilihan bahan, proses memasak, hingga pendistribusian. Semua untuk memastikan makanan aman dan layak konsumsi,” ujarnya.

Ia menegaskan, pihaknya terbuka terhadap evaluasi dan langsung merespons setiap laporan dari sekolah.

“Setiap masukan kami tindak lanjuti. Evaluasi terus kami lakukan agar kualitas tetap terjaga,” katanya.

Koordinasi antara SPPG dan pihak sekolah, lanjut Dian, juga dilakukan secara rutin melalui pelaporan dan dokumentasi kegiatan.

Klarifikasi Redaksi

Terkait pemberitaan sebelumnya, redaksi Jatinangor Ekspres menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang timbul.

Baca Juga:Diskop UKMPP Sumedang Alokasikan Rp97 Juta untuk Pengadaan Karcis Retribusi, Peserta Tunggal jadi SorotanKantor Kesbangpol Sumedang Digeledah Kejari, Tim Pidsus Sita Sejumlah Dokumen

Redaksi mengakui berita tersebut ditayangkan tanpa konfirmasi kepada pihak terkait, sehingga tidak memenuhi prinsip keberimbangan dalam kaidah jurnalistik.

Sebagai bentuk tanggung jawab, redaksi membuka ruang hak jawab serta melakukan pembaruan informasi secara proporsional.(red)

0 Komentar