Cara Aman Pakai Fake Nails untuk Pemula, Plus Tanda-Tanda Kuku Rusak yang Harus Diwaspadai

Potret sederet contoh warna kutek yang ditunjukkan nail technician kepada pelanggannya
Tips membeli fake nails dan cek tanda-tanda kuku rusak. (Pexels)
0 Komentar

Persiapan Tambahan Menggunakan Fake Nails

Persiapan tambahan seperti membeli nail remover, oil pelepas, kikir kuku, dan top coat juga membantu. Nail remover atau oil khusus membuat pelepasan kuku palsu lebih aman dan minim risiko luka, sementara kikir kuku berguna untuk membentuk kuku sebelum memakai fake nails agar lebih rapi. Top coat memberi sentuhan kilap ekstra dan memperkuat tampilan keseluruhan. Simpan fake nails di kotak agar tidak mudah patah atau rusak, dan jika dipasang dengan benar, kuku palsu bisa bertahan hingga sekitar satu minggu.

Kenali Tanda-tanda Kuku Rusak Karena Fake Nails

Setelah sering pakai fake nails, kuku asli bisa menunjukkan tanda kerusakan jika cara memakai atau melepasnya salah, atau frekuensinya terlalu tinggi. Kuku yang sehat seharusnya terasa kuat, sedikit lentur, dan tidak mudah patah. Namun, jika kuku terasa tipis, rapuh, mudah pecah, atau patah tanpa tekanan kuat, itu bisa jadi pertanda lapisan kuku mulai rusak akibat pengikiran berulang, lem kuat, atau pelepasan yang kasar.

Perubahan Warna dan Tekstur Pada Kuku

Kuku sehat biasanya berwarna merah muda merata dengan ujung putih bersih. Jika kuku menguning, kecokelatan, kehijauan, atau muncul bercak-bercak aneh, permukaan kasar, berbintik, berlubang, atau garis-garis melintang, bisa jadi ada masalah seperti infeksi jamur, gangguan kuku lain, atau bahkan tanda kesehatan tertentu yang perlu diperiksa. Kuku yang mulai terangkat dari dasar, mudah tercabik, atau terasa nyeri di bawah kuku menandakan kuku sudah lemah, dan ada risiko infeksi bakteri atau jamur.

Baca Juga:Apa yang Bisa Diceritakan Kuku Tentang Kesehatan Anda?5 Langkah Merawat Kuku Setelah Lepas Fake Nails untuk Pemula

Perubahan Pada Kulit di Sekitar Kuku

Selain itu, kulit di sekitar kuku bisa menunjukkan reaksi alergi atau infeksi. Tanda-tandanya antara lain kemerahan, bengkak, gatal, nyeri, bahkan timbul nanah atau cairan di sudut kuku. Kuku yang kering, permukaan mengelupas seperti lapisan cat, serta kutikula kering dan pecah‑pecah juga menandakan kuku kekurangan pelembap akibat penggunaan aseton berulang atau tanpa perawatan.

Jika kamu melihat beberapa tanda tersebut sekaligus, misalnya kuku tipis, berganti warna, disertai nyeri, sebaiknya berhenti sementara memakai fake nails dan segera konsultasikan ke dokter kulit atau klinik perawatan kuku. Untuk mencegah kerusakan lebih lanjut, batasi frekuensi pemakaian kuku palsu, selalu lepas dengan cara benar, dan rawat kuku asli dengan pelembap serta jeda tanpa kutek selama beberapa hari. Dengan begini, kamu tetap bisa tampil cantik, tapi kuku tetap sehat dan terjaga dalam jangka panjang.

0 Komentar