JATINANGOR EKSPRES – Hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jatinangor pada Sabtu, 11 April 2026, sejak pukul 17.00 hingga 23.00 WIB, menyebabkan genangan air di sejumlah titik permukiman warga. Beberapa desa terdampak di antaranya Desa Hegarmanah, Cikeruh, Sayang, Mekargalih, dan Cipacing.
Pelaksana Tugas (Plt.) Camat Jatinangor, Endang Rohmayudi, mengatakan hujan deras yang berlangsung cukup lama memicu meluapnya aliran air, sehingga sejumlah wilayah tidak mampu menampung debit air yang meningkat drastis.
Di Desa Hegarmanah, tepatnya di Dusun Sukamaju RT 01 RW 04, satu rumah warga milik Hardi dilaporkan tergenang air dengan ketinggian sekitar 20 sentimeter. Genangan tersebut sempat mengganggu aktivitas penghuni rumah meski tidak berlangsung lama.
Baca Juga:Hujan Deras Picu Sungai Cikeruh Meluap, Sejumlah Wilayah Jatinangor dan Bandung Raya TerendamBawa Misi Perempuan untuk Generasi Emas 2045
Sementara itu, di Desa Sayang, genangan cukup tinggi terjadi di beberapa titik. Di Jalan Kolonel Ahmad Syam, tepatnya di depan POM Mini, air menggenangi badan jalan dengan ketinggian mencapai sekitar 30 sentimeter. Kondisi ini sempat menghambat arus lalu lintas.
Masih di desa yang sama, rumah milik Ahmad di RT 03 RW 09 terendam dengan ketinggian air mencapai sekitar 120 sentimeter.
Selain itu, genangan juga terjadi di lingkungan RW 07 yang meliputi RT 01, 03, dan 04 dengan ketinggian mencapai 60 sentimeter.
“Sebagian besar genangan ini disebabkan oleh meluapnya Sungai Cikeruh. Volume air yang tinggi membuat aliran dari pemukiman tidak dapat masuk ke sungai,” ujar Endang.
Di Desa Cikeruh, genangan terjadi di Jalan Cikeruh Lio dengan ketinggian sekitar 40 sentimeter. Bahkan di kawasan permukiman RW 08, RW 09, serta RT 2, 3, dan 4 di RW 10, genangan mencapai hingga 120 sentimeter dan berdampak pada 32 rumah warga.
Wilayah lainnya yang terdampak adalah Desa Cipacing. Di Dusun Solokan Jarak RW 13 yang mencakup tiga RT, genangan mencapai sekitar 70 sentimeter.
Sedangkan di Kampung Baru RW 18, ketinggian air berkisar 30 sentimeter.
Adapun di Desa Mekargalih, tepatnya di Dusun Cigowok RW 10, genangan air tercatat sekitar 20 sentimeter. Meski tidak terlalu tinggi, kondisi ini tetap mengganggu aktivitas warga setempat.
Baca Juga:Pemancing Ramai Padati Jatigede, Pedagang Ikut Kebanjiran RezekiSamsat Sumedang berlakukan pembayaran PKB Tanpa KTP Pemilik Lama
Endang menambahkan, meski sempat menggenangi permukiman, air relatif cepat surut. “Rata-rata genangan berlangsung sekitar satu sampai dua jam, setelah itu air berangsur surut,” katanya.
