Transformasi di Bawah Manajemen Baru Mulai Berbuah Manis, BRI Catat Kinerja Solid di Triwulan II 2026

Direktur Utama BRI Hery Gunardi
Direktur Utama BRI Hery Gunardi
0 Komentar

Pada bisnis inti, BRI melakukan revamp terhadap segmen mikro yang selama ini menjadi kekuatan utama perseroan. Di saat yang sama, BRI mulai membangun sumber pertumbuhan baru. Fokusnya mencakup optimalisasi potensi value chain dan ekosistem, penyempurnaan product value proposition dan targeting untuk mengakuisisi nasabah berkualitas, serta perluasan layanan bullion bank melalui sinergi BRI Group.

Lebih lanjut, Hery menuturkan dengan fundamental yang semakin kuat dan arah transformasi yang semakin jelas, BRI optimistis dapat terus melanjutkan momentum positif ke depan. Penguatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan perannya dalam mendukung berbagai agenda prioritas pemerintah dan menggerakkan perekonomian nasional, dengan tetap menjaga kualitas aset serta menerapkan prinsip kehati-hatian.

“Bagi BRI, mendukung program pemerintah dan menjaga kualitas aset bukanlah dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan bersama agar pertumbuhan yang kami hasilkan hari ini dapat menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan dalam jangka panjang,” lanjutnya.

Baca Juga:BRI Tumbuh Bersama UMKM, Kredit Rp1.235 Triliun Mengalir untuk Menggerakkan Ekonomi KerakyatanOptimalisasi Layanan, BRI BO Purwakarta Hadirkan Layanan Cash Pick Up Service Aman dan Terproteksi Asuransi

Dalam mendorong dan mengakselerasi pertumbuhan perekonomian Indonesia secara berkelanjutan, BRI secara aktif menjadi mitra pemerintah dalam mendorong pembangunan dan inklusi ekonomi.

Peran tersebut dijalankan antara lain melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR), FLPP, dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis dan pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, serta penyaluran berbagai bantuan sosial seperti PKH, Sembako Stimulus, dan BLTS Kesra.

Berbagai program tersebut menjadi bagian dari upaya BRI untuk memperluas dampak ekonomi kerakyatan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara inklusif dan berkelanjutan.

Peran BRI dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional tersebut berjalan beriringan dengan upaya perseroan untuk terus memperkuat fundamental dan menjaga kualitas pertumbuhan bisnis. Hal ini tercermin dari kinerja BRI hingga Triwulan II 2026 yang tetap solid, baik dari sisi pertumbuhan bisnis, profitabilitas, efisiensi, maupun kualitas aset.

Hingga Triwulan II 2026, total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara year-on-year (yoy). Penyaluran kredit tumbuh lebih tinggi sebesar 16,2% menjadi Rp1.646 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp1.581 triliun atau tumbuh 6,7% yoy. BRI pun tidak hanya berfokus pada peningkatan volume DPK, tetapi juga terus memperkuat kualitas pendanaan melalui peningkatan rasio CASA.

0 Komentar