Kinerja positif juga terlihat pada indikator risiko kredit yang terus membaik. Rasio Loan at Risk (LaR) turun dari 9,6% pada akhir 2025 menjadi 9,1% pada akhir Triwulan II 2026. Penurunan tersebut mencerminkan kualitas booking kredit baru yang semakin baik. Sejalan dengan itu, Cost of Credit (CoC) turun dari 3,4% pada akhir 2025 menjadi 3,1% pada akhir Triwulan II 2026.
Fundamental yang terjaga tersebut turut menopang penguatan kinerja BRI sepanjang Triwulan II 2026. Total aset BRI mencapai Rp2.352 triliun atau tumbuh 11,7% secara year-on-year (yoy), terutama ditopang oleh akselerasi kredit yang tumbuh 16,2% menjadi Rp1.646 triliun. Kombinasi pertumbuhan bisnis dan perbaikan fundamental tersebut turut mendorong laba bersih BRI mencapai Rp31,2 triliun atau tumbuh 17,5% yoy.
Kekuatan fundamental tersebut memberikan ruang bagi BRI untuk terus menjalankan fungsi intermediasi, terutama pada segmen UMKM yang menjadi core business Perseroan. Fokus pada UMKM tidak hanya menjadi bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, tetapi juga berjalan beriringan dengan dukungan BRI terhadap berbagai agenda prioritas pemerintah.
