“Jadi, sebelumnya hanya sebagai pekerja, sekarang mereka mulai memiliki usaha sendiri,” kata Novi.
Perjalanan Novi di Sebatik juga membuatnya melihat bahwa usaha rumput laut masyarakat memiliki keterhubungan dengan rantai ekonomi yang lebih luas. Sebagian rumput laut dari Nunukan dikirim ke Sulawesi untuk kemudian masuk ke pabrik pengolahan dan sebagian hasilnya dapat diekspor.
“Biasanya ada juga nasabah di Nunukan yang membuat produk seperti amplang rumput laut. Untuk rumput lautnya sendiri, sebagian dikirim ke Sulawesi. Dari sana, ada pabrik yang kemudian mengolahnya dan sebagian bisa diekspor,” ujar Novi.
Baca Juga:Raih Golden Trophy dan The Most Committed GRC Leader 2026, Telkom Akses Perkuat Tata Kelola, Manajemen RisikoPerluas Akses Layanan Finansial bagi Diaspora Indonesia, BRImo Taiwan Raih Anugerah Inovasi Indonesia 2026
Menurutnya, berkembangnya usaha masyarakat juga dapat membuka peluang baru di lingkungan sekitar. Ketika usaha nasabah semakin besar, kebutuhan tenaga kerja turut meningkat sehingga memberikan kesempatan bagi masyarakat lain untuk ikut memperoleh penghasilan.
“Dampak nyatanya adalah nasabah bisa membuka peluang kerja bagi orang lain. Mereka bisa mengembangkan usahanya sehingga usahanya semakin besar dan pada akhirnya dapat menjadi peluang pekerjaan bagi masyarakat lainnya,” ujarnya.
Novi sendiri telah bergabung dengan PNM sejak 28 Oktober 2024. Sebelum dan setelah penempatannya di Sebatik, ia bertugas di wilayah Nunukan, Kalimantan Utara.
“Selain itu, pekerjaan ini membuat saya bisa bertemu dan berinteraksi dengan banyak orang. Saya juga bisa mengembangkan diri di PNM dan belajar bagaimana proses pembiayaan di salah satu perusahaan besar,” ucapnya.
Kisah Novi dan para nasabah di Sebatik menjadi bagian dari upaya Holding Ultra Mikro (UMi) dalam memperluas akses pembiayaan dan pemberdayaan bagi pelaku usaha ultra mikro. Holding UMi terdiri dari PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk sebagai induk bersama PT Pegadaian dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM), yang dirancang untuk menghadirkan akses pembiayaan terintegrasi bagi pelaku usaha mikro dan ultra mikro di berbagai wilayah Indonesia.
Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan, keberhasilan Holding UMi tidak hanya tercermin dari pertumbuhan bisnis, tetapi juga dari manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat, khususnya pelaku usaha ultra mikro. Akses pembiayaan dan pendampingan diharapkan dapat membantu mereka mengembangkan usaha dan meningkatkan kemandirian ekonomi.
